SENIN , 15 OKTOBER 2018

Ini Peran Teroris yang Ditembak Mati di Cilegon

Reporter:

Editor:

dedi

Kamis , 23 Maret 2017 21:24
Ini Peran Teroris yang Ditembak Mati di Cilegon

ILUSTRASI

RAKYATSULSEL.COM – Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri telah melumpuhkan jaringan teroris yang ada di kawasan Cilegon, Banten.

Dari penangkapan itu, satu terduga teroris atas nama Nanang Kosim tewas tertembak karena melawan petugas pada Kamis (23/3) siang sekitar pukul 12.00 WIB.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Rikwanto mengatakan, dari catatan Densus, Nanang terlibat sejumlah aksi teror di Indonesia. “Yang bersangkutan pernah mengikuti pertemuan Anshor Daulah di Batu, Malang pada tanggal 20 sampai 25 November 2015, Nanang sebagai pengajar teknik persenjataan,” beber Rikwanto, Kamis (23/3).

Lalu Nanang juga merencanakan pelatihan militer di Halmahera yang akan dijadikan sebagai basis pelatihan militer kelompok Anshor Daulah pengganti Poso, Sulawesi Tengah.

“Dia juga menyembunyikan Abu Asybal selama dalam pelarian pasca-bom Thamrin tahun 2016,” terang lulusan Akpol 1988 itu.

Nanang juga kata Rikwanto bersama dengan Fajrun melakukan latihan membuat bom di Gorontalo tahun 2016. Kemudian mengetahui dan menyembunyikan Andi Bakso pelaku bom gereja di Samarinda.

“Dan terakhir, pelaku membeli senjata M16 untuk kelompok Anshor Daulah yang sudah direncanakan sejak tahun 2015,” terang dia.

Sebelumnya, Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri menangkap jaringan teroris di Cilegon, Banten pada Kamis (23/3) siang sekira pukul 12.00 WIB. Dari penangkapan itu, satu dari tiga teroris meninggal dunia karena tertembak oleh anggota dari detasemen berlambang burung hantu itu.

Menurut Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Rikwanto, pelaku yang meninggal dunia adalah Nanang Kosim. Sementara yang selamat adalah Achmad Supriyanto, Icuk Pamulang, dan Ojid Abdul Majid yang mengalami luka tembak di tangan. (elf/JPG)


div>