JUMAT , 22 JUNI 2018

Ini Profil Siswa Peraih Nilai Tertinggi UN Se-Kota Parepare

Reporter:

Editor:

Niar

Jumat , 02 Juni 2017 12:14
Ini Profil Siswa Peraih Nilai Tertinggi UN Se-Kota Parepare

Nur Azizah Dariming, Siswi SMPN 2 Parepare

PAREPARE, RAKSUL—Punya komitmen teguh untuk belajar dan percaya diri pada kemampuan diri sendiri merupakan prinsip hidup yang dimiliki Cica. Prinsip itu pula yang mengantarkan anak dari pasangan Dariming dan Jumina ini kembali mengharumkan nama SMPN 2 Parepare sebagai sekolah peraih peringkat pertama dari kurang lebih 2.720 siswa pada hasil nilai Ujian Nasional (UN) se-Kota Parepare.

Dinobatkan sebagai peringkat pertama dengan nilai 346.50, anak yang bercita-cita menjadi Dokter ini mengaku kaget dan tidak menyangka dengan perolehan nilai yang didapatkan.

“Senang pastinya kak, tapi kaget juga karena saya tidak menyangka bisa jadi rengking pertama se-kota Parepare. Saya hanya menargetkan masuk lima besar,” aku Nur Azizah Dariming, nama lengkap Cica, didampingi kakak kandungnya, Irmayanti saat ditemui di halaman SMPN 2 Parepare, Kamis, (1/6).

Ditanyai mengenai tips dan upaya yang telah dilakukan sehingga berhasil menduduki prestasi gemilang tersebut, remaja yang dikenal ceria dan periang, baik di rumah maupun di sekolahnya ini mengaku memegang teguh prinsip yang kontinyu dijalankan.

“Setiap hari saya meluangkan waktu untuk belajar, minimal sejam sehingga pada saat mendekati ujian tidak kelabakan lagi. Selain itu, saya punya komitmen bahwa saya bisa mengerjakannya, percaya diri pada kemampuan sendiri, namun tidak berlebihan. Banyak berdoa, juga adalah kuncinya,” ujar anak bungsu dari tiga orang bersaudara ini.

Terkait dengan upaya belajar sejam sehari, Cica mengatakan, jika jam belajar yang sangat tepat dan baik menurutnya adalah pada saat malam hari. “Saya paling senang belajar ketika jam 9 atau jam 10 malam, itu karena sudah tidak ada lagi gangguan, semua sudah tidur,” terang anak Pimpinan salah satu perusahaan ternama di Kendari ini.
[NEXT-RASUL]

Selain itu, Cica juga memanfaatkan semua sarana belajar seperti internet, dan buku-buku pelajaran untuk memperluas wawasan. “Kalau ada yang saya tidak tahu, pasti saya search langsung di internet atau di buku, karena kalau saya tidak tahu jawabannya, saya akan pusing sendiri kak,” aku siswi yang pernah menyabet juara I Lomba membatik pada ajang FLS2N 2016 se-kota Parepare.

Sementara itu kakak kandung Cica, yang mendapingi adiknya juga mengaku senang dan berbangga atas prestasi yang diperoleh adiknya. Ia mengakui adiknya merupakan anak yang rajin dan pandai. Ia juga mengakui, adiknya punya bakat di bidang menggambar. “Cica anaknya rajin dan ceria. Kami tidak pernah memaksakan dia untuk belajar. Dia belajar atas kemauannya sendiri, setiap hari itu pasti dia luangkan waktu untuk belajar,” kata Irmayanti, kakak sulung Cica yang juga guru di SDN 55 Kota Parepare ini.

Prestasi sebagai peringkat pertama pada capaian nilai UN tahun ini merupakan prestasi yang keempat kalinya diperoleh SMPN 2 Parepare selama kepemimpinan Hj Sri Enyludfiah. Saat dikonfirmasi terkait raihan ini, Sri sapaan Kepala SMPN 2 Parepare ini mengatakan, jika pihaknya melaksanakan persiapan yang matang jelang UN. Termasuk di antaranya, wajib belajar dua jam di rumah bagi siswa, pengayaan yang dilaksanakan selama enam bulan, dan tambahan kegiatan pengembangan spiritual, seperti penamatan alqur’an di sekolah, dzikir bersama, dan yang berlangsung saat ini kegiatan shalat tarwih berjamaah di sekolah selama sebulan lamanya.

“Kami tidak hanya membina pengetahuan anak-anak semata, tetapi juga kita seimbangkan dengan pemahaman spiritual siswa, sehingga siswa mengimplementasikan dengan belajar sambil berdoa sebagai kunci kesuksesannya. Selain itu prestasi ini juga tak lepas dari jerih payah serta kerjasama semua guru,” jelas Sri Enyludfiah.

Tahun ini, SMPN 2 Parepare diamanahkan sebagai pylot project pelaksanaan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) dari Kementerian. Selain itu, SMPN 2 juga akan menerapkan kelas belajar berbasis IT. Dalam artian, tiga kelas yang menjadi percontohan pembelajaran tersebut semuanya berbasis IT, berlaku semua pelajaran.
[next-rasul]

“Jadi program yang mulai kita terapkan tahun ini berbasis jaringan, jadi siswa bisa belajar di mana saja tanpa buku. Jadi semuanya berbasis IT, di mana saja dan kapan saja. Kita uji tiga kelas di kelas IX dulu. Selain itu, mengedepankan fasilitas, sarana belajar, serta lingkungan sekolah juga menjadi penunjang kualitas pendidikan di sekolah kami,” ujar Hasanuddin, Wakil Kepala SMPN 2 Parepare menambahkan.

Atas kelulusan yang diumumkan hari ini, dia berharap siswa SMPN 2 Parepare pada khususnya tidak merayakan secara berlebihan, termasuk mengeluarkan larangan konvoi dan coret-coret baju. “Kami himbau kepada seluruh siswa agar tidak ada konvoi atau coret-coret baju saat kelulusan,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Parepare H Anwar Saad mengapresiasi atas prestasi yang diperoleh sekolah yang berhasil tembus lima besar pada pelaksanaan UN tahun ini.

“Kami apresiasi sekolah yang berhasil mendapat peringkat bagus. Ini tentunya tidak lepas dari model pembelajaran di sekolah dan kesungguhan dari siswa untuk belajar,” ujar Anwar Saad.

Terkait jumlah siswa yang lulus, Anwar menjelaskan jika kelulusan siswa tahun ini ditentukan oleh sekolah, sebab pihaknya mengembalikan ke sekolah sebagai penentu. “Ada siswa yang bagus akademiknya tetapi tidak bagus etikanya, atau sebalinya. Nah yang tahu tentang itu adalah sekolah masing-masing, sehingga kelulusan kita serahkan ke sekolah melalui rapat dewan guru,” tandasnya.


Tag
div>