RABU , 17 OKTOBER 2018

Ini Rekomendasi Pernyataan Sikap Deklarasi Makassar FRI 2018 di Unhas

Reporter:

Armansyah

Editor:

Lukman

Jumat , 16 Februari 2018 22:15
Ini Rekomendasi Pernyataan Sikap Deklarasi Makassar FRI 2018 di Unhas

Penyerahan Rekomendasi dari Ketua Dewan Pertimbangan FRI 2017, Prof. Dr. Rochmat Wahab (Kanan) kepada Rektor Univ. Lambung Mangkurat, Prof. Sutarto Hadi (Kiri) yang akan menjadi Tuan Rumah tahun depan 2019.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Konvensi Kampus XIV dan Temu Tahunan XX Forum Rektor Indonesia (FRI) dihadiri oleh 527 Pimpinan Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta (PTN dan PTS) seluruh Indonesia bertajuk Memperkuat Karakter Bangsa dalam Menghadapi Disrupsi Peradaban diselenggarakan di Kampus Universitas Hasanuddin Berakhir hari ini, Jumat (16/2).

Hasilnya, Forum Rektor Indonesia (FRI) 2018 membuat rekomendasi dan pernyataan sikap Deklarasi Makassar yang dibaca langsung oleh Ketua Dewan Pertimbangan FRI 2017, Prof. Dr. Rochmat Wahab, M.Pd., M.A.

Pada kesempatan tersebut, Rektor Unhas Prof. Dr. Dwia Aries Tina Pulubuhu, M.A. dikukuhkan sebagai Ketua Forum Rektor Indonesia (FRI) Tahun 2018. (*)

Berikut rekomendasi dan pernyataan sikap hasil Rekomendasi dan Pernyataan Sikap Deklarasi Makassar FRI 2018 :

1. Mendorong perguruan tinggi untuk melakukan inovasi dan riset yang dapat dimanfaatkan secara optimal dalam menyokong sektor ekonomi dan daya saing bangsa di tengah arus percaturan global yang secara masif akan mempengaruhi sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara.

2. Mendorong Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Ristekdikti) melakukan debirokratisasi kelembagaan dan deregulasi perijinan bagi pembentukan prodi-prodi baru serta terobosan baru untuk menjawab persoalan era disrupsi dan revolusi industri 4.0.

3. Meminta kepada Pemerintah menyusun dan menetapkan kebijakan yang mendorong pihak industri agar bekerjasama dengan perguruan tinggi untuk melakukan riset dan inovasi yang memiliki nilai ekonomi dan berdampak langsung kepada kesejahteraan masyarakat.

4. Mengembalikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara melalui berbagai strategi dan langkah yang harus dilakukan oleh semua institusi, khususnya perguruan tinggi. Dengan mengembalikan nilai-nilai Pancasila, persoalan karakter bangsa yang menjadi pondasi utama dalam mempersiapkan kader dan sumber daya manusia berkualitas yang memiliki daya saing tinggi menghadapi disrupsi peradaban.

5. Miminta kepada DPR, DPD, dan Pemerintah bersama MPR mengadakan joint session untuk untuk menyusun haluan negara dalam perencanaan pembangunan nasional. Dengan GBHN tersebut diharapkan dapat dikembalikannya kedaulatan rakyat untuk mencapai kesejahteraan dan pembangunan nasional yang berkeadilan sosial.

6. Dengan adanya revolusi industri generasi ke-4, FRI menetapkan kelompok kerja-kelompok kerja (Pokja) sesuai dengan dinamika perkembangan di era revolusi industri 4.0, diantaranya a) Pokja Pembangunan Ekonomi Nasional, b) Pokja Penguatan Demokrasi Pancasila, c) Pokja Pendidikan Tinggi berdaya saing, d) Pokja Kepemimpinan Nasional Cerdas dan Berkarakter, dan e) Pokja Ketahanan Pangan.


div>