• Kamis, 28 Agustus 2014
Iklan | Privacy Policy | Redaksi | Citizen Report

Inidia Perbedaan Blusukan Dahlan Iskan dan Jokowi

Minggu , 12 Januari 2014 23:40
Total Pembaca : 1016 Views

JAKARTA, RAKYATSULSEL.COM – Popularitas Dahlan Iskan kerap disandingkan dengan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi). Bahkan tak sedikit orang yang meragukan Dahlan bisa mengungguli blusukan yang dilakukan Jokowi.

Melihat fenomena itu, Ketua Komisi Pengawas Partai Demokrat TB Silalahi tetap yakin Dahlan lebih unggul. Sebab, blusukan yang dilakukan Dahlan selama ini sudah sampai ke pelosok daerah. Berbeda dengan Jokowi yang hanya melakukan blusukan di sekitar Jakarta.

“Jelas beda blusukan ala Jokowi dan Dahlan Iskan. Kalau Jokowi hanya mengunjungi beberapa jam ke tempat itu, kalau Pak Dahlan dia blusukan sampai rela menginap di rumah warga untuk merasakan apa yang mereka rasakan. Blusukannya Pak Dahlan dari ujung ke ujung, bahkan sampai Papua,” ujar TB di Gedung Trisula, Menteng, Jakarta, Minggu (12/1).

“Jadi blusukannya Pak Dahlan bukan hanya mengunjungi, tapi juga ikut merasakan kesulitan penduduk,” imbuhnya.

Pernah suatu hari, Dahlan mencoba mencicipi bagaimana rasanya nasi aking yang saban hari dikonsumsi oleh warga yang kurang mampu. Setelah mencoba merasakan nasi aking, pria asal Magetan itu menukarnya dengan memberikan sejumlah uang.

“Itulah hebatnya Pak Dahlan, dia sampai mau merasakan gimana rasanya makan nasi aking. Habis itu dia kasih bapak itu uang dan bilang, uang itu untuk mengganti makannya selama seminggu. Agar tidak makan nasi aking lagi,” kisah Mantan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara itu.

Di Jakarta, Dahlan juga rela berpanas-panasan untuk merasakan bagaimana sesaknya berada di dalam kereta api di jam-jam sibuk kerja.

“Dia juga ikut merasakan bagaimana jadi masyarakat yang berdesak-desakan di kereta api tiap hari. Setelah itu Pak Dahlan minta pada direksi KAI untuk menambah jumlah kereta yang lewat, agar masyarakat enggak berdesak-desakan. Ya seperti itulah Dahlan Iskan, dia enggak hanya ngomong tapi membuktikannya dengan tindakan,” tukas pria berusia 75 tahun itu. (jpnn)

 


Editor: Rahmat Hardiansya