SELASA , 20 NOVEMBER 2018

Innalilah, Siswa SMP 5 Takalar Meninggal Setelah Diimunisasi

Reporter:

Supahrin

Editor:

Lukman

Senin , 13 Agustus 2018 15:20
Innalilah, Siswa SMP 5 Takalar Meninggal Setelah Diimunisasi

Kelurga Korban saat memperlihatkan foto korban, Senin (13/8).

TAKALAR, RAKYATSULSEL.COM – Nasib naas harus dialami siswa kelas dua SMPN 5 Takalar, Irfan (13 tahun) yang tinggal di Lingkungan Batu Maccing, Kelurahan Bulukunyi, Kecamatan Polongbangkeng Selatan, meninggal dunia, setelah diimunisasi di Sekolahnya Senin (6/8) lalu, oleh Tim Kesehatan dari Puskesmas Polongbangkeng Selatan.

Korban mengalami luka lebam biru di bagian perut dan bintik merah di bagian badan. “Korban ini sehat sebelum diimunisasi di sekolahnya. Setelah diimunisasi dia demam tinggi selama dua hari dirumahnya,” kata keluarga korban, Daeng Sibali.

“Dihari ketiga, Rabu (8/8), korban makin tinggi demamnya dan kami membawa ke Puskesmas di Polongbangkeng Selatan,” jelasnya.

Hanya saja, setelah dirawat selama dua hari di Puskesmas Polongbangkeng Selatan, korban tidak mengalami perubahan karena tidak diperiksa secara intensif oleh dokter di Puskesmas Polongbangkeng Selatan.

Setelah korban meninggal baru dokter mendatangi rumahnya untuk mau melakukan pengecekan darah, karena menurutnya dokter dari Puskesmas Polongbangkeng Selatan korban ini mengalami demam berdarah.

“Kami langsung tidak menerima penawaran dokter itu, buat apalagi dilakukan pemeriksaan darah kalau korban sudah meninggal,” kesal Daeng Sibali.

“Kami sangat sayangkan pihak Pemerintah kenapa dilakukan imunisasi secara massal di sekolah yang menyebabkan siswa telah meninggal dunia, dan kami juga berharap kepada Bupati Takalar agar bisa secepatnya mengevaluasi kinerja perawat dan dokter yang ada di Puskesmas Bulukunyi karena kami anggap dia tidak mengedepankan pelayanan,” ujarnya.

Saat ini, jenazah irfan telah dibawa ke tempat pemakaman keluarga di lingkungan Batu Maccing, Kecamatan Polonbangkeng Selatan, Kabupaten Takalar. (*)


div>