KAMIS , 14 DESEMBER 2017

Inovasi Konvergensi Media Diskominfo Parepare Buat PKP2A LAN Terkesima

Reporter:

Editor:

niar

Selasa , 10 Oktober 2017 21:18
Inovasi Konvergensi Media Diskominfo Parepare Buat PKP2A LAN Terkesima

int

PAREPARE, RAKSUL.COM – Kepala PKP2A LAN Makassar, DR. Muhammad Firdaus mengaku terkesan dengan program inovasi konvergensi media Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Parepare. Hal ini disampaikan Firdaus saat mengunjungi Diskominfo Parepare, Selasa, 10 Oktober.

Kedatangan Firdaus di SKPD yang mengelola dua lembaga penyiaran publik ini, dalam rangka penilaian dan verifikasi laboratorium inovasi yang diprogramkan Bappeda Parepare. Terhitung ada sembilan SKPD yang dikunjungi Firdaus bersama tim, salah satunya adalah Diskominfo Parepare.

Kata Firdaus, inovasi konvergensi media yang dikembangkan Dinas Kominfo dalam program Talkshow Komentar Opini dan Solusi atau “Komisi” yang tayang di TV Peduli dan Radio Peduli setiap hari, dapat menjadi model dalam penyebarluasan informasi ke masyarakat.

“Bukan persoalan teknologi yang digunakan, mungkin kelihatan sederhana, namun disini kami melihat ada inovasi terkait upaya pemerintah daerah dalam meragamkan sumber-sumber informasi dan komunikasi masyarakat,” kata Firdaus.

Inovasi lain yang menarik minat Kepala LAN Makassar ini adalah pendirian LPPL TV Peduli dan pelibatan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) dalam program Citizen jurnalisme di Radio Peduli. Kedua inovasi ini mendapatkan apresiasi secara khusus dari Firdaus.

Pada prinsipnya kata dia, hampir semua daerah di Indonesia memiliki KIM. Hanya saja di Parepare keberadaan KIM diberikan sentuhan khusus, dengan melibatkan mereka dalam kegiatan pelaporan warga di radio peduli.

“Ini hal baru dan benar-benar inovatif, dan kami LAN kalau perlu belajar dari hal ini. LAN tidak harus malu, bahkan kadang memang kami ambil salah satu inovasi peserta Latpim untuk menjadi percontohan,” katanya.

Pihaknya kata Firdaus, juga berencana mendirikan stasiun televisi sendiri untuk memaksimalkan distribusi informasi berbagai kegiatan LAN. “Kami dari LAN mungkin suatu hari harus berkunjung secara khusus di Dinas Kominfo Parepare untuk belajar soal ini,” katanya.

Dia banyak menanyakan model pengelolaan, program yang telah diproduksi, jam tayang, serta SDM pendukung TV Peduli. Termasuk menanyakan jaminan kesinambungan program inovasi ini kedepan.

Kadis Kominfo, H Zahrial, menegaskan, saat ini pengelolaan LPPL TV Peduli telah dapat tayang secara kontinyu dalam kondisi yang serba terbatas.

Peluang TV Peduli untuk berkembang kedepan kata Zahrial, sangat besar. Animo masyarakat menonton televisi ini dapat dilihat dari banyaknya tanggapan yang masuk terkait TV Peduli. Hampir semua SKPD dan instansi vertical, merasa tak lengkap kegiatannya jika tidak ditayangkan di TV Peduli.

“Setiap hari kita mendapatkan surat permintaanh dukungan untuk diliput kegiatannya. Ada dari SKPD, instansi vertical, swasta dan juga masyarakat,” katanya.

Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Dinas Kominfo Parepare, La Ode Arwah Rahman, yang mendampingi Zahrial pada pada kesempatan ini, menjelaskan, empat dari lima inovasi yang diliombakan Diskominfo Parepare pada tahun ini bersumber dari Bidang IKP.

Menjawab pertanyaan Kepala LAN Makassar soal jaminan kelanjutan inovasi konvergensi media Program Talkshow “Komisi” TV Peduli dan Radio Peduli, La Ode menegaskan, pihaknya optimis, mengingat teknologi yang digunakan telah tersedia dan gratis.

“Pada prinsipnya teknologinya telah tersedia, hanya kadang kita tidak sadari karena kita belum melihat hal seperti ini. Saat ini ada banyak fasilitas teknologi yang bisa disatukan dalam kegiatan penyebarluasan informasi, ini yang coba kita manfaatkan,” kata La Ode.

Melalui penggunaan teknologi konvergensi media sebagai salah satu inovasi Diskominfo, kata La Ode, tayangan TV Peduli, khususnya program Talkshow, pada saat bersamaan juga dapat diakses melalui Radio Peduli, streaming Radio Peduli (pareparekota.go.id), aplikasi Erdio, serta siaran langsung di fun page facebook Radio Peduli.

Sementara untuk sustainable operasional TV Peduli, La Ode, menjelaskan, komitmen Pemerintah Daerah, khususnya Walikota Parepare dalam pendirian televisi ini sangat besar. Begitu pula dukungan DPRD Kota Parepare.

Saat ini, dari sisi kelembagaan, untuk LPPL, di Sulsel hanya dua televisi public yang memiliki Perda, yaitu TV Peduli dan TV Sinjai, dan ini yang sangat diapresiasi oleh Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sulsel dan Kementerian Komunikasi.

TV Peduli juga tambah La Ode, telah memiliki Izin Penyelenggaraan Penyiaran (IPP) sementara dari Kementerian Komunikasi dan Informatika, dan dalam waktu dekat rencana akan dilakukan Evaluasi Uji Coba Siaran (EUCS) untuk keperluan penerbitan IPP tetap. (Nia)


div>