KAMIS , 15 NOVEMBER 2018

Insiden Garut , Kapolda Umar : Mari Jaga Sulsel Tetap Aman dengan Sipakatau, Sipakainge dan Sipakalebbi

Reporter:

Editor:

Iskanto

Rabu , 24 Oktober 2018 14:20
Insiden Garut , Kapolda Umar : Mari Jaga Sulsel Tetap Aman dengan Sipakatau, Sipakainge dan Sipakalebbi

Kapolda Sulsel Irjen Pol drs Umar Septono.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Menyikapi adanya insiden pembakaran bendera yang identik dengan organisasi Hizbut Tahrir Indonesia ( HTI ) pada saat acara Hari Santri Nasional di Garut Jawa Barat beberapa hari lalu, Kapolda Sulsel Irjen Pol drs Umar Septono ikut buka suara.

Orang nomor satu di Polda Sulsel ini menyebutkan, berdasarkan keterangan hasil penyelidikan Polda Jabar dan Polres garut bendera tersebut bukan simbol atau kalimat sakral dari agama tertentu. Melainkan merupakan panji HTI organisasi yang telah dilarang oleh pemerintah.

“Jadi saat peringatan Hari Santri Nasional tersebut semua organisasi Islam dari berbagai elemen awalnya telah sepakat tidak ada bendera yang dikibarkan pada saat acara kecuali bendera merah putih,” kata Kapolda Sulsel Irjen Pol Umar Septono melalui sambungan telepon, Rabu (24/10/2018) pagi.

Kapolda menjelaskan, sebelum perayaan Hari Santri Nasional semua pimpinan ormas keagamaan telah sepakat tidak membawa panji atau simbol organisasi apapun dalam acara tersebut. Namun ada beberapa orang membawa panji HTI sehingga terjadi insiden pembakaran

Disampaikan pula Kapolda, Sulawesi Selatan adalah rumah bersama, yang harus dijaga bersama dengan saling menghargai dan berpegang teguh pada nilai- nilai leluhur budaya Bugis Makassar.

“Yakni Sipakatau (saling memanusiakan atau menghargai), Sipakainga (Saling mengingatkan), dan Sipakalebbi (saling menghormati),” tambahnya.

Kapolda berpesan kepada masyarakat Sulawesi Selatan untuk tidak mengaitkan kasus pembakaran panji HTI dengan kalimat sakral agama Islam, demi Sulawesi Selatan yang aman dan damai. “Jangan gampang tersulut provokasi pihak- pihak yang tidak bertanggung jawab,” katanya lagi.

Disebutkan pula, kejadian di Garut sudah ditangani oleh pihak kepolisian dan dserahkan segala prosesnya ke jalur hukum. “Apapun yang terjadi di Garut atau di daerah lain, Sulawesi Selatan harus tetap aman,” pungkas Jenderal bintang dua yang shalatnya selalu diawal waktu dan berjamaah, di masjid masjid. (*)


div>