RABU , 22 AGUSTUS 2018

Insiden Mina Jangan Hanya Dilihat Sebagai Kecelakaan

Reporter:

Editor:

Azis Kuba

Kamis , 24 September 2015 21:41

RAKYATSULSEL.COM – Tragedi Mina yang terjadi di Jalan (syari’) Al’arab 204 yang menyebabkan ratusan korban meninggal dan luka-luka menambah catatan buruk penyelenggaran haji tahun 2015 ini.

Anggota Komisi VIII DPR RI, Maman Imanulhaq membantah jika insiden ini dipicu over capacity. Apalagi, jumlah jamaah tahun ini sama seperti tahun lalu.

“Secara logis, ini bukan over capacity. Bisa jadi ada faktor lain yang masih kita gali informasi di lapangan,” ungkap Maman.

Politisi PKB ini mengatakan, kejadian Mina pagi ini disebabkan minimnya petugas dan kurangnya informasi yang menjadikan “tubrukan” antara jamaah yang usai melontar jumrah dengan yang baru mulai masuk lokasi.

Karena itu, Maman menilai korban beruntun jamaah haji akibat kelalaian ini mestinya jadi bahan evaluasi sehingga insiden tidak terulang lagi.

Beberapa hal yang harus diantisipasi sejak dini, lanjut Maman, adalah sikap jamaah yang sulit diatur juga Kapasitas yang terlalu padat yang dipaksakan. “Insiden ini jangan hanya dilihat sebagai kecelakaan, harus ada evaluasi dan perbaikan”, tegasnya lagi.

Ke depan harus diperbaiki sistem pengaturan atau manajemen alur pergerakan jamaah saat ritual melempar jumroh yang kacau saat ini yang tidak menerapkan jalur lambat, jalur sedang, dan jalur cepat. “Tanpa ada kajian serius yang diikuti perbaikan, acara ritual haji bisa menjadi event sangat berbahaya. Tentu Ini tidak kita inginkan,” jelasnya.

“Satu hal penting adalah kepada masyarakat dan media agar tidak memposting atau menginformasikan peristiwa, data dan fakta yang belum pasti. Karena hanya akan membuat kepanikan bagi jamaah yang lain serta keluarganya di Tanah air,” demikian Maman.


div>