SELASA , 11 DESEMBER 2018

Inspektorat Akui Anggaran Pete-pete Smart Silpa

Reporter:

Editor:

doelbeckz

Senin , 05 Juni 2017 11:35
Inspektorat Akui Anggaran Pete-pete Smart Silpa

Walikota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto saat melaunching Pete-pete Smart beberaoa waktu lalu. Foto: Dok. RakyatSulsel

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Kepala Inspektorat Makassar, Zainal Ibrahim angkat bicara soal kisruh antara Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto dengan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Makassar, Supratman terkait Pete-pete Smart.

Zainal mengaku tidak memiliki kapasitas jika anggaran angkutan transportasi publik tersebut berasal dari kantong pribadi wali kota.

“Tupoksi Inspektorat adalah mengaudit pertanggung jawaban Keuangan pada SKPD, jadi kalau itu menggunakan dana pribadi tentu itu bukan ranah inspektorat. Penggunaan dana pribadi atau bukan terkait pengadaan prototype Pete-pete Smart itu, sudah dijawab oleh pihak Dishub dan Kabag ULP, bahwa dari pihak ULP mengatakan terjadi gagal lelang,” terang Zainal diberitakan Rakyat Sulsel, Senin (5/6).

Sementara, anggaran Pete-pete Smart yang dikatakan ada dalam APBD 2016 yang dikelola oleh Dinas Perhubungan Makassar, Zainal mengatakan, bahwa anggaran tersebut tidak dicairkan dan menjadi silpa.

Zainal juga mengaku telah menyampaikan hal tersebut saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Komisi C DPRD Makassar, Jumat (3/6) lalu, terkait sejauhmana tupoksi dan kewenangan Inspektorat dalam mengaudit pertanggungjawaban pengadaan Pete-pete Smart tersebut.

“Dishub pada RDP kemarin menyampaikan kalau anggaran petepete smart yang sebesar Rp1,3 miliar memang tidak dicairkan. Kami juga sudah melihat neraca keuangan Dishub, olehnya Inspektorat sampai di situ saja,” beber Zainal.

Berdasarkan penjelasan ULP dan Dishub, bahwa telah terjadi gagal lelang, ditambah waktu yang juga mepet, maka anggaran tersebut menjadi silpa.

[NEXT-RASUL]

Kendalanya jika tidak di uatkan prototype pete-pete smart maka pihak ketiga (rekanan) sulit mengajukan penawaran. Pasalnya calon rekanan tidak mengetahui dengan jelas bagaimana model dan seperti apa yang diinginkan oleh Pemkot. Sehingga, Wali Kota Makassar berinisiatif untuk membuat prototype dengan menggunakan uang pribadi.

“Berdasarkan penyampaian dari Kabag ULP, Danibal, dengan adanya prototype tersebut, saat ini pihak ketiga sudah mulai memasukkan penawarannya untuk pengadaan moda transportasi tersebut. Mengingat kebutuhan masyarakat semakin berkembang, olehnya mari kita bersama-sama membuat strategi untuk bisa mengakomodasi kebutuhan masyarakat akan hadirnya transportasi publik,” tutupnya. (***)


div>