SELASA , 11 DESEMBER 2018

Inspektorat Kembali Tunda Pengejaran Fasum Fasos

Reporter:

Armansyah

Editor:

asharabdullah

Selasa , 03 Juli 2018 14:30
Inspektorat Kembali Tunda Pengejaran Fasum Fasos

Walikota Makassar Moh Ramdhan 'Danny' Pomanto (Foto: ist)

– Danny Serahkan ke Proses Hukum

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Upaya pengejaran 491 Fasilitas Umum (Fasum) dan Fasilitas Sosial (Fasos) milik Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar kembali ditunda.

Penundaan ini dilakukan langsung Ketua Tim Fasos dan Fasos yang juga Kepala Inspektorat Kota Makassar, Zainal Ibrahim. Namun, sayangnya saat dikonfirmasi, Zainal menolak untuk berkomentar banyak soal pengejaran fasum fasos milik pemerintah tersebut. Alasannya, pihaknya akan melakukan persiapan secara matang dan mengadakan rapat internal.

“Kita baru mau rapat kembali. Tenang-tenangpi situasi dulu,” terang Zainal, Senin (2/7).

Sementara, Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan ‘Danny’ Pomanto, menilai, adanya oknum pejabat yang melepas aset pemkot tersebut, namun pihaknya menyerahkan sepenuhnya ke proses hukum yang berlaku.

“Saya lihat penegak hukum konsen dengan itu. Kita tidak boleh menduga-duga orang, tapi laporannya seperti itu. Biarkan kita serahkan ke proses hukum,” ucapnya.

Danny mengatakan, pemkot serius dalam pengejaran 491 aset tersebut. Pasalnya, pihaknya sudah membentuk tim pengejaran fasum dan fasos.

“Ada timnya, kan sudah dibentuk, biarkan mereka bertanggung jawab atas tugasnya,” jelas Danny.

“Setelah pilkada (Pemilihan Kepala Daerah) kita lanjutkan penegakan hukum soal ini,” tambahnya.

Informasi yang dihimpun, saat ini Pemkot Makassar masih melakukan pengkajian ulang regulasi (Perwali) tentang fasum dan fasos. Pasalnya, penyerahan dan pencarian fasum dan fasos kerap terkendala pada tata cara pelaksanaan penyerahan aset milik pemkot tersebut, sehingga diharapkan dengan adanya pengkajian ulang Perwali yang akan dibuat dan direvisi ini bisa mempercepat pendataan dan pengambilalihan aset fasum dan fasos yang ada. Utamanya aset yang mudah dicari terlebih dahulu seperti pengembang yang sudah tidak ada.

Sejauh ini dari 491 aset pemkot ini, sudah melakukan verifikasi dua aset yang berada di Kecamatan Rappocini dan kawasan Bumi Tamalanrea Permai (BTP). Kendati demikian tim fasum dan fasos belum bisa memberikan hasil verifikasi. (*)


div>