SABTU , 21 JULI 2018

Inspektorat: SPJ Pengelolaan Keuangan Jeneponto Kurang Berkualitas

Reporter:

Editor:

hur

Senin , 25 Januari 2016 15:46

JENEPONTO, RAKYATSULSEL.COM – Pengelolaan keuangan daerah Pemkab Jeneponto dinilai bobrok sebagai akibat kemampuan sumber daya manusia (SDM) di bawah nilai rata-rata. Sehingga banyak temuan surat pertanggungjawaban (SPJ) SKPD yang kurang berkualitas.

Hal itu diungkapkan Kepala Inspektorat Pemkab Jeneponto, Yusuf Pakihi pada acara coffee morning bersama Bupati, Wabup, pimpinan SKPD, dan Bendahara rutin SKPD serta PPTK, berlangsung di ruang pola kantor Bupati, Senin (25/1).

Menurut Yusuf Pakihi, kualitas SPJ pengelolaan keuangan SKPD kurang berkualitas. Banyak yang bermasalah dengan membuat SPJ fiktif, yang tidak sesuai dengan terjadi di lapangan dan kenyataan. Yusf Pakihi menyebut contoh, membeli barang empat buah, di SPJ tercatat lima buah.

“Untuk tahun ini, bendahara SKPD harus membuat SPJ yang jujur dan berkualitas. Sehingga tidak ada lagi temuan (SPJ fiktif) tahun ini,” tegas Yusuf Pakihi seraya menambahkan bahwa pada Februari mendatang, pihaknya akan melakukan pemeriksaan fisik dan SPJ, sebelum tim BPK turun memeriks keuangan daerah.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Jeneponto Iksan Iskandar meminta semua SPJ SKPD agar lebih berkualitas, dan tidak ada lagi bendahara dan PPTK membuat SPJ yang tidak berkualitas dengan membuat stempel palsu untuk laporan SPJ.

“Bendahara, PPTK dan pimpinan SKPD harus sinkron saling kerjasama membuat laporan SPJ yang berkualitas, jangan SPJ kurang berkualitas yang dimasukkan ke Inspektorat,” tegas Bupati Iksan Iskandar.


Tag
  • jeneponto
  •  
    div>