RABU , 19 SEPTEMBER 2018

Inspiratif, IRT dan Anak-anak di Kampung di Parepare Ini Bahu-membahu Bangun Mesjidnya

Reporter:

Editor:

Niar

Rabu , 05 April 2017 15:38
Inspiratif, IRT dan Anak-anak di Kampung di Parepare Ini Bahu-membahu Bangun Mesjidnya

Warga Kampung Lontangnge, Kelurahan Watang Bacukiki Kota Parepare bahu-membahu membangun mesjid, Rabu, (5/4).

PAREPARE, RAKYATSULSEL.COM- Kerinduan warga akan hadirnya pembangunan mesjid di kampung Lontangnge, Kelurahan Watang Bacukiki, Kecamatan Bacukiki, Kota Parepare nampak terlihat dari antusias warga dalam bergotong-royong menyelesaikan pembangunan mesjidnya.

Meski hanya bermodalkan semangat, dan bantuan dana dan material dari para dermawan, kini pembangunan mesjid yang dinamai Baitul Mina ini diprediksi telah mencapai 20 persen.

Tak hanya dari kalangan pria, namun Ibu-ibu Rumah Tangga (IRT) dan anak-anak pun turun tangan, bahu membahu membantu buruh bangunan yang hanya berjumlah dua orang.

“Alhamdulillah, antusias warga kami sangatlah tinggi. Kami berharap dengan bergotong-royong seperti ini, baik pria atau wanita dapat mempercepat pembangunan mesjid ini sehingga bisa digunakan saat ramadhan ini, Amin,” harap Darwina, wanita pertama yang menjabat sebagai Ketua RT di Kampung Lontangnge, Rabu, (5/4).

Darwina juga mengatakan, jika pembangunan mesjid tersebut dapat terealisasi berkat bantuan-bantuan yang terus mengalir dari dermawan, dan sumbangan dari kotak amal yang diletakkan di tengah jalan, tepat di depan pembangunan mesjid tersebut.
[NEXT-RASUL]

“Kebanyakan bantuan yang kami peroleh dalam bentuk material. Kami berharap ada bantuan dalam bentuk tunai dari dermawan sehingga dapat membantu kami membayar gaji atau upah pekerja. Kami juga tidak banyak ambil pekerja, cuma dua orang karena kami sadar ketidakmampuan kami,” urainya.

Sementara itu, salah seorang IRT, Aty yang ikut membantu menggali tanah untuk timbunan mengatakan, jika dirinya dan IRT lain selalu menyitakan waktu untuk turut membantu pekerja sesuai kemampuannya.

“Warga di sini rata-rata ekonomi rendah kasian, sehingga mereka datang secara suka rela menyumbangkan tenaganya tanpa ada perintah. Kalau nalihatmi banyak berkumpul, datangmi. Bahkan anak SD juga membantu mengangkat batu, pasir, dan timbunan,” jelasnya.

Menurutnya, warga berharap pembangunan mesjid tersebut segera rampung, termasuk atapnya sehingga dapat difungsikan beribadah pada bulan suci Ramadhan yang jatuh pada Mei ini.

“Mudah-mudahan kasian ada bantuan masuk. Panitia pembangunan mesjid saya lihat keliling cari bantuan. Semoga segera selesai, supaya kita tidak jauh lagi ke Bacukiki tarwih. Jauh sekaliki kasian jalan kaki,” harapnya. (***)


Tag
div>