SABTU , 18 AGUSTUS 2018

Interaktif dan Diiringi Musik, Cara Kejari Parepare Tanamkan Anti Korupsi Bagi Siswa

Reporter:

Editor:

Niar

Rabu , 20 Desember 2017 21:56
Interaktif dan Diiringi Musik, Cara Kejari Parepare Tanamkan Anti Korupsi Bagi Siswa

int

PAREPARE, RAKSUL.COM- Kejaksaan Negeri Kota Parepare melalui program Jaksa Masuk Sekolah (JSM) melakukan sosialisasi Anti Korupsi di SMP Negeri 2 Kota Parepare, Rabu (20/12/2017). Program JSM perdana ini, digelar sebagai salah satu rangkaian peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kota Parepare, Reskiana Ramayanti mengatakan, program JMS digelar untuk menumbuhkembangkan kesadaran hukum bagi masyarakat secara umum dan pelajar secara khusus.

“JMS merupakan program nasional kejaksaan RI. Dengan adanya program JMS itu, diharapkan pelajar-pejalar dapat mengenal dan memahami produk hukum seperti Undang-Undang (UU) serta profesi Jaksa sejak dini,” katanya.

Dalam sosialisasi tersebut, Kejari Parepare punya cara sendiri dalam menyosialisasikan pendidikan hukum bagi siswa. Melalui gaya interaktif dengan berbagai kuis dan pemberian reward, Reskiana juga menyelilingi sosialisasi dengan lantunan musik yang dibawakan Rusdy RBI, sehingga menambah antusias peserta. Bahkan, Srikandi ini juga mengajak siswa menyanyikan sejumlah lagu nasional.

“Ini untuk menumbuhkan jiwa nasionalisme siswa kita,” ujar Reskiana.

Sementara Kepala SMP Negeri 2 Kota Parepare Sri Enyludfiah mengapresiasi adanya program JMS tersebut. Dengan pemahaman hukum sejak dini akan membantu proses pembentukan karakter anak bangsa yang berbasis hukum.

“Kami sangat bersyukur sekolah kami menjadi sekolah pertama yang dikunjungi dalam program jaksa masuk sekolah” ungkapnya.

“Kami berharap dengan kegiatan ini, dapat memberikan pendidikan tentang hukum secara dini kepada siswa kita agar dapat menghindari sgala bentuk-bentuk prilaku yg menyimpang dari hukum, seperti korupsi, narkoba, tidak jujur,” lanjut Sri Eniludfiah.

Pada kesempatan itu, Sri juga memperkenalkan tarian Latu’ Salima’ yang ditampilkan siswa SMP 2. Tarian itu kata dia, merupakaan hasil ciptaan SMP 2 Parepare yang kerap ditampilkan dalam event-event, sehingga Kajari menyarankan agar ciptaan tersebut segera dibuatkan hak paten.

“Latu itu berarti pukul dan salima itu berarti bambu. Tarian itu merupakan tarian sambutan untuk para tamu yang diciptakan sendiri oleh guru SMP 2” katanya.

Sosialisasi Program JMS itu dipimpin langsung Kajari Parepare, Reskiana Ramayanti dengan melibatkan Kantor Pertanahan, Imigrasi, KPP Pratama dan pihak sekolah yang bertujuan untuk memberikan arahan, pendidikan, pemahaman tentang hukum kepada para peserta didik sejak usia dini.

Kepala Seksi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Parepare, Faisah menjadi pemateri pada sosialisasi itu. Dia menyampaikan materi terkait Pendidikan dan Dasar-Dasar Hukum, serta Pentingnya Pemahaman Hukum mengenai tindak pidana korupsi sejak usia dini. (MP1/Nia)


div>