JUMAT , 19 OKTOBER 2018

Inventarisasi Kebudayaan di Lutim, Dinas Pariwisata Datangkan Lima Pakar Arkeolog

Reporter:

Editor:

Lukman

Senin , 04 September 2017 17:58
Inventarisasi Kebudayaan di Lutim, Dinas Pariwisata Datangkan Lima Pakar Arkeolog

salah seorang Pakar Arkeolog Unhas saat memaparkan materi di Workshop Dinas Pariwisata Lutim.

 

MALILI, RAKYATSULSEL – Pemerintah Lutim mulai memperhatikan situs kebudayaan Tana Luwu di Luwu Timur setelah banyak yang dirusak dan diperjual belikan orang yang tak bertanggung jawab. Inventarisasi ini di mulai dengan workshop di Kantor Dinas Pariwisata, Senin (4/9).

Sebanyak empat orang pakar Arkeologi Unhas dan satu dari Cagar Budaya Provinsi Sulawesi Selatan didatangkan ke Kabupaten Luwu Timur untuk membantu pemerintah setempat dalam menginventarisir Kebudayaan di daerah tersebut.

Para pakar yang didatangkan yakni, Dr Iwan Sumantri, Dr Yadi Mulyadi, Dr Supriadi, Drs Budianto Hakim semuanya dari Arkeologi FIB Unhas dan seorang lagi Rustan Lebe dari Balai Pelestarian Cagar Budaya Prov Sulsel. Kegiatan ini juga melibatkan perwakilan setiap kecamatan serta pegawai di Dinas Pariwisata.

Kepala Dinas Pariwisata Luwu Timur, Hamris Darwis, mengaku sengaja mendatangkan para pakar arkeologi dalam melakukan inventarisasi, karena di Luwu Timur, hanya dirinya sendiri alumni Arkeologi.

Kehadiran para pakar ini akan mengarahkan peserta nantinya untuk melakukan inventarisasi situs budaya di kecamatan masing-masing. Peserta ini nantinya akan dijadikan tim dan diberikan intensif setiap bulan.

Olehnya itu sebelum terjun kelapangan para peserta penting diberikan pembekalan dalam bentuk workshop. Tujuannya agar dalam melakukan pendataan nantinya tidak salah.

“Selama empat belas tahun Luwu Timur terbentuk, baru sekarang kita melakukan inventarisasi situs kebudayaan, ini pun sudah terlambat karena sudah banyak situs sejarah yang dirusak maupun diperjualbelikan,” ujar Hamris.

Sementara Dr Iwan Sumantri menyebutkan, dari hasil penelitiannya, Luwu Timur memiliki peradaban budaya yang sangat tua. Identitas kebudayaannya dapat dilihat dari besi yang sudah dibentuk menjadi badik, keris, Parang, Tombak. Kelebihan Besi Luwu sudah diakui dunia. Kandungan besi Luwu paling terbaik.

“Kenapa besi Luwu, karena besi Luwu sudah menjadi identitas kebudayaan di Tanah Luwu maupun di Sulawesi Selatan. Coba lihat orang nikah pakai baju adat dipinggangnya pasti terselip keris atau badik, inilah ciri khas kita,” ungkap Iwan Sumantri. (Baim)


div>