RABU , 26 SEPTEMBER 2018

Investasi Pabrik Kelapa Sawit Belum Dapat Persetujuan Pemprov

Reporter:

Al Amin

Editor:

Lukman

Kamis , 28 Desember 2017 08:30
Investasi Pabrik Kelapa Sawit Belum Dapat Persetujuan Pemprov

SAWIT. Salah seorang pekerja mengangkat buah kelapa sawit. Guna mendukung peningkatan produksi kelapa sawit, Pemprov Sulsel bakal membangun industri kelapa sawit mini di Desa Bone-bone, Luwu Utara. DOK/RAKYATSULSEL. PRODUKSI KELAPA

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Pemprov Sulsel dalam hal ini Assisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemprov Sulsel, Muh Firda, mengaku, belum dapat mengabulkan permintaan Perusahaan Daerah (Perusda) Agribisnis yang berencana ingin membangun pabrik kelapa sawit mini.

Belum mengindahkan permintaan itu, Firda beralasan lantaran pihaknya belum menyetujui karena dinialai belum matang. Untuk itu, dirinya menyarankan agar Perusda membuat kajian studi terlebih dahulu.

“Karena membangun industri padat modal perlu pertimbangan yang matang,” kata Firda, beberapa waktu lalu.

Meski belum dikabulkan, tidak menutup kemungkinan kedepannya akan diwujudkan, sehingga statusnya saat ini hanya sebagai tertunda.

Dimana sebelumnya, Perusda Agribisnis membutuhkan dana Rp10 miliar untuk investasi pabrik kelapa sawit ini. “Kami belum beri persetujuan. Ditunda dahulu karena harus pertimbangan,” kata Firda.

Sementara, Direktur Utama Perusda Agribisnis, Soeprapto Budisantoso, sebelumnya, mengatakan, Dinas Perkebunan sudah menyetujui rencana pengembangan unit usaha baru. Untuk itu, pihaknya akan mengembangkan lahan kelapa sawit seluas 500 hektar tahun depan.

“Lokasinya berada di Luwu Utara. Rencana mulai berjalan tahun ini. Sisa disetujui Setda dengan pembicaraan lebih lanjut dengan Biro Aset, Biro Hukum, dan instansi terkait,” ungkap Soeprapto.

Soeprapto mengatakan, lahan perkebunan kelapa sawit ini akan dilengkapi dengan pabrik mini. Pihaknya siap menggelontorkan investasi besar. Untuk pembangunan pabrik mini nanti disiapkan anggaran sekira Rp10 miliar.

“Ini ditambah Rp1,5 miliar untuk pemeliharaan kebun dan perawatan mesin pabrik untuk estimasi setahun,” tuturnya.

Lanjutnya, unit usaha saat ini masih fokus pada jual beli rumput laut. Pihaknya menyewa dua fasilitas gudang di kawasan Parangloe untuk bisnis rumput laut. Bahan bakunya diperoleh dari Takalar, Palopo dan sentra rumput laut lain. Pihaknya menargetkan keuangan perusahaan mulai berkinerja baik di 2018.

“Targetnya, tahun depan Perusda Agribisnis sudah bisa menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD). Dengan mengandalkan bisnis rumput laut dan kelapa sawit,” jelasnya. (mg02/C)


div>