SABTU , 15 DESEMBER 2018

Ipad Dewan Jadi Inventaris Pribadi

Reporter:

Editor:

hur

Selasa , 05 April 2016 20:00

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Ipad bagi 50 anggota DPRD Makassar, yang dianggarkan sebesar Rp 750 juta, nampaknya bakal menjadi barang inventaris pribadi para legislator. Pasalnya, Ipad yang dianggarkan tahun 2015 lalu hingga sekarang tidak pernah digunakan saat dewan melakukan pembahasan, baik itu rapat pansus, rapat Monev dan maupun tapat alat kelengkapan lainnya di DPRD.

Berdasarkan pantauan Rakyat Sulsel Online, Selasa (5/4), saat dewan melalui Panitia Khusus (Pansus) Ranperda Kota Dunia menggelar rapat pembahasan, dari 25 anggota pansus, terpantau hanya dua orang saja yang memfungsikan Ipadnya, yakni Susuman Halim (Fraksi Demokrat) dan Irwan St (PKS). Sementara legislator lainnya masih tetap menggunakan copy kertas untuk melihat draf naskah akademik.

Padahal anggaran untuk membeli Ipad cukup besar, yakni total Rp 750 juta, atau Rp 15 juta per unit. Hanya saja, harga Ipad mengalami potongan sebesar Rp 12 juta, sehingga hanya memakan Rp 600 juta dan sisanya kembali menjadi Sisa Pemakainan Angaran (Silpa) sebesar Rp 150 juta.

Ketua Divisi Advokasi dan Pendampingan Masyarakat Sipil Kopel Indonesia, Musaqdak mengatakan, Ipad dewan harus dipertanyakan keberadaannya. Dikhawatirkan Ipad tersebut hanya menjadi barang inventaris pribadi legislator yang disimpan di rumah, sehingga Ipad tidak membuat kinerja dewan terbantu.

“Kalau tidak pernah dipakai, lalu untuk apa pemerintah menganggarkan Ipad hingga raturan juta rupiah kalau mau disimpan di rumah,” kritik Dadang, sapaan akrab Musaqdak.

Menurutnya, Ipad untuk anggota dewan seharusnya membawa pengaruh terhadap kinerja dewan.

Awalnya, pengadaan tablet yang untuk 50 legislator di dewan bertujuan memaksimalkan kerja-kera dewan, dan mengefisiensi anggaran salinan foto copy draf di setiap pembahasan rapat. Hanya saja kondisi tersebut berbanding terbalik dengan realitas yang terjadi di dewan.

Anggota DPRD, Susuman Halim (Sugali) mengungkapkan, keberadaan Ipad sangatlah membantu kerja-kerjanya di dewan. Sebab untuk dirinya Ipad memudahkan ia membuka UU, Perda ataupun Perwali dan melihat situs lainnya yang berkepentingan dengan rapat pembahasan di dewan.

“Ipad ini betul-betul membantu kerja-kerja kedewanan. Saya itu paling sulit menghafal UU dan pasal-pasalnya, sehingga saya bisa menyimpan UU di Ipad ini dan kapan saja saya bisa melihat kalau ada rapat seperti ini,” jelas legislator Demokrat itu.

Meskipun ia belum begitu fasih memfungsikan Ipad tersebut, Sugali mengaku bangga karena masih ingin belajar. “Itulah mengapa saya terus membawa Ipad agar bisa mempelajari apa-apa saja kegunaan barang ini,” katanya. Ia juga menyoroti sejawatnya di DPRD yang entah kenapa tidak memakai Ipadnya. Padahal Ipad tersebut dianggarkan untuk membantu kerja-kerja dewan.

“Kalau ada anggota dewan yang tidak gunakan Ipadnya, itu dewan yang tidak mau belajar,” cetusnya.


div>