MINGGU , 23 SEPTEMBER 2018

IPKM Enrekang Peringkat Ke Lima Di Sulsel

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Rabu , 26 September 2012 10:25
IPKM Enrekang Peringkat Ke Lima Di Sulsel

Bupati La Tinro La Tunrung duduk didampingi sejumlah staf ahli menteri kesehatan dalam seminar tentang Advokasi Kebijakan Publik yang berwawasan Kesehatan, di Gedung Halal Centre Talaga Enrekang belum lama ini Enrekang Segera Menjadi Kabupaten Sehat Mandiri.

Bupati La Tinro La Tunrung duduk didampingi sejumlah staf ahli menteri kesehatan dalam seminar tentang Advokasi Kebijakan Publik yang berwawasan Kesehatan, di Gedung Halal Centre Talaga Enrekang belum lama ini Enrekang Segera Menjadi Kabupaten Sehat Mandiri.

ENREKANG – Bupati Enrekang, La Tinro La Tunrung, dalam lokakarya yang dihadiri tiga staf Menteri Kesehatan RI belum lama ini mengungkapkan, bahwa dalam rangka mewujudkan Enrekang sebagai kabupaten sehat mandiri, Pemda telah membuat Peraturan Daerah (Perda) tentang sistem kesehatan kabupaten, dimana SKK ini, merupakan acuan dalam penyelenggaraan pembangunan kesehatan bagi seluruh penyelenggara pembangunan kesehatan.

Selain itu untuk mewujudkan Enrekang sebagai Kabupaten sehat madiri, Pemkab juga telah menyediakan  ambulance pada setiap kecamatan, hal ini dimaksudkan untuk memudahkan pemberian pelayanan kepada masyarakat diluar ibukota kabupaten khususnya dalam hal pelayanan rujukan.

“Kita bersyukur karena pembangunan kesehatan telah membuahka hasil

dimana berdasarkan hasil riset kesehatan dasar atau riskesdes tahun 2010, Indeks Pembangunan Kesehatan Masyarakat kabupaten Enrekang (IPKM) telah berada pada peringkat kelima se-Sulsel.Dan untuk tingkat nasional, Enrekag berada pada posisi ke-111,” ujar La Tinro.

Bupati Enrekang dua priode ini juga mengungkapkan, bahwa umur harapan hidup dalam tiga tahun terakhir mengalami kenaikan terus menerus hingga mencapai 75,1 tahun. Angka harapan hidup warga Enrekang ini telah melebihi standar umur harapan hidup nasional yang hanya 70,6 tahun.

Dihadapan ratusan petugas medis, La Tinro juga mengungkapkan, bahwa dari segi pencegahan dan penanggulan kematian ibu melahirkan, kabupaten Enrekang masih jauh lebih baik dari standar nasional. Jumlah kematian ibu melahirkan dalam tiga tahun ini mengalami penurunan, data terakhir hanya tercatat dua kasus kematian ibu melahirkan.

Angka kematian bayi tahun 2011 hanya sebesar 13,8/000 KH jauh lebih sedikit dibanding target nasional 23/000 KH. Juga angka kematian balita tahun 2011 hanya 0,35/000 KH jauh lebih rendah dari tagret nasional yang mencapai 32/000 KH. Sementara cakupan desa siaga  aktif mencapai 100 persen dengan kategori pratama 65 persen, madya 17,8 persen, purnama 10,1 persen dan mandiri sebesar0,8 persen.

Dilaporkannya pula bahwa penyakit tertinggi yang ada di kabupaten penghasil sayuran ini yakni inpeksi akut sluran pernapasan atas (ISPA) dengan prevalensi 12,3 persen, Diare dengan prevalensi 6 persen. Prevalensi gizi kurang tahun 2011 sebesar 1,06 persen jauh dari target nasional  18,5 persen. Sementara  Prevalensi gizi buruk sebesar 0,03 persen jauh dibawa target nasional yakni 13,5 persen.

Diakhir sambutanya La Tinro menyatakan, bahwa meskipun masih ada beberapa program yang belum tercapai sesuai target, namun hasilnya masih jauh lebih baik dari target nasional. Untuk itu diharapkannya dukungan pemerintah pusat untuk memberikan bantuan dalam pelaksanaan pembangunan kesehatan di bumi Massenrempulu.

“Semoga dengan adanya kebijakan pemerintah ini dengan hasil yang telah

dicapai, dapat mendukung pencapaian target MDGS bidang kesehatan dan standar pelayanan minimal, guna meningkatkan derajat kesehatan masyarakat massenrempulu,” kunci La Tinro. (k11/dj/C)


Tag
div>