SENIN , 16 JULI 2018

Ironis, Menpar RI Bangun 10 Wisata Baru Tapi Sulsel Tidak Masuk Daftar

Reporter:

Editor:

hur

Jumat , 19 Februari 2016 15:05

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Menteri Pariwisata (Menpar), Arief Yahya mengatakan, mendapat perintah dari Presiden Jokowi untuk menciptakan 10 ‘Bali baru’ agar dapat menyerap lebih banyak lagi kunjungan turis asing atau wisatawan manca negara (wisman).

“Untuk itu Presiden menginginkan percepatan pertumbuhan sektor wisata dengan melakukan pembenahan pada 10 destinasi wisata prioritas yang akan menjadi 10 ‘Bali baru’,” ujarnya, usai launching Seleksi Bersama Masuk Sekolah Tinggi, Akademi dan Politeknik Parawisata (SBM-STAPP) dan seleksi Masuk Mandiri Sekolah Tinggi, Akademi dan Politeknik Parawisata (SMM-STAPP), di kampus Poltek Pariwisata Makassar, Jumat (19/2).

Lebih lanjut dijelaskan, pihaknya saat ini sudah melakukan persiapan untuk pembangunan 10 ‘Bali baru’ agar dapat menyerap lebih banyak lagi kunjungan turis Internasional atau wisatawan manca negara (wisman).

“Percepatan pembangunan 10 wisata ‘Bali baru’ tersebut mulai 2016 ini. Tempat yaitu, Candi Borobudur, Mandalika, Labuhan Bajo, Bromo-Tengger-Semeru, Kepulauan Seribu, Danau Toba, Pulau Wakatobi, Tanjung Lesung, Morotai, dan Tanjung Kelayang.

Sementara itu, ketika ditanya mengapa Sulsel yang memiliki banyak destinasi atau wisata yang bagus tidak masuk daftar 10 ‘Bali baru’ yang akan dibangun pemerintah pusat melaui Kemenpar.

“Kalau Sulsel tidak masuk daftar 10 ‘Bali baru’ tersebut, karena ada syarat yang belum terpenuhi. Info lebih lanjut tanyakan sama dinas parawisata kab/kota dan pemerintah Sulsel,” jawab Arief kepada wartawan, dan menolak berkomentar lebih panjang mengenai alasan dan penyebab Sulsel secara umum dan Kota Makassar tidak masuk daftar 10 ‘Bali baru’ tersebut.

“Tanyakan saja sama pihak pemerintah setempat, mereka tau jawaban dan alasan,” tambahnya.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memang telah meminta Menteri Pariwisata (Menpar) untuk mempercepat pertumbuhan sektor wisata dengan melakukan percepatan di 10 destinasi wisata prioritas. Terkait permintaan dan desakan itu, Menpar Arief menganalogikan pembangunan 10 destinasi baru pariwisata itu sama dengan menciptakan istilah 10 ‘Bali baru’ di Indonsesia barat, tengah dan timur.


Tag
  • Bali baru
  •  
    div>