SABTU , 17 NOVEMBER 2018

IRT Ini Jadi Korban Aksi Pembobolan Mobil

Reporter:

Editor:

dedi

Kamis , 22 Desember 2016 20:33
IRT Ini Jadi Korban Aksi Pembobolan Mobil

Staf Humas Polres Parepare, Brigpol Agus Muallim dan Briptu Aris Chandra bersama korban Frida Wayong, di depan Markas Polres Parepare, Kamis (22/12/2016), saat menunjukkan kondisi mobil korban yang dibobol.

PAREPARE, RAKYATSULSEL.COM – Kasus kriminal penjambretan kembali terjadi di Kota Parepare. Korbannya, merupakan salah seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) Frida Wayong (46), yang beralamat di BTN Lompoe Mas I Kelurahan Lompoe, Kecamatam Bacukiki, Kota Parepare, Kamis (22/12/2016).

Frida mengaku, sebelum ke pasar, dirinya terlebih dahulu ke bank untuk mengambil uang dalam rangka pemenuhan kebutuhan, jelang tahun baru. Selanjutnya, kata dia, mengurus keperluan administrasi kependudukan.

“Jadi memang saya membawa tas besar sehingga tergiur dengan isinya, dan kemungkinan pada saat di bank, saya sudah dipantau oleh pelaku,” katanya.

Sementara, Kepala Unit (Kanit) I Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Kepolisian Resort Parepare (Polres), AIPTU Supratno, menjelaskan, kronologis kejadian diperkirakan terjadi pukul 12.45 WITA.

“Pada saat korban memarkir kendaraannya di halaman parkir Pasar Lakessi. Ada seorang warga yang tidak dikenal mengetuk pintu mobil dengan Nomor Polisi DD 1017 ID tersebut, dan menyuruh korban turun dari mobil dengan alasan dipanggil oleh suaminya. Namun korban tidak menggubrisnya,” katanya.

Selanjutnya, kata Supratno, setelah warga tersebut kembali mengetuk pintu, akhirnya korban berpikir bahwa suaminya betul-betul memanggilnya. “Jadi korban turun dari kendaraannya, namun meninggalkan tas miliknya di dalam mobil dengan kondisi mobil yang terkunci,” jelasnya.

Korban turun mencari suaminya sekitar lima menit. Namun, setelah kembali kondisi kaca mobil bagian depan kanan sudah pecah, dan barang bawaan korban raib seketika. “Adapun barang korban yang hilang, yakni uang tunai sebesar Rp3,3 juta dan surat-surat penting lainnya,” ungkapnya.

Untuk proses sidik dan penyidikan lebih lanjut, tambah Supratno, pihaknya berkoordinasi dengan Piket Intel maupun Piket Reserse Kriminal (Reskrim) serta Unit Reskrim di lapangan, untuk melakukan penangkapan terhadap pelaku.

“Kami menghimbau kepada warga apabila memiliki barang berharga, dan meskipun di atas kendaraan harus tetap berhati-hati dan memastikan barang-barang dalam kondisi aman. Begitu pula dengan keselamatannya, dan jangan mau percaya dengan orang yang tidak dikenal,” tegasnya. (Luki)


Tag
div>