MINGGU , 21 OKTOBER 2018

ISKI Sulsel: Iklan Paksa Anak-anak Konsumsi Produk Tidak Sehat

Reporter:

Editor:

Azis Kuba

Senin , 22 Februari 2016 20:52

MAKASSAR,RAKYATSULSEL.COM – Iklan produk di media massa semata mengejar keuntungan bagi kaum pemodal. Disisi lain, iklan tersebut mengorbankan kesehatan masyarakat.

“Anak-anak dipaksa meminum minuman yang tidak sehat. Setelah dewasa, mereka direcoki industri farmasi,” kata wakil ketua Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia (ISKI) Sulsel Hidayat Nahwi Rasul saat membawakan sambutan dalam seminar nasional komunikasi kesehatan kerjasama UIN Alauddin Makassar dengan ISKI Sulsel di Rektorat Kampus UIN Alauddin Samata, Kabupaten Gowa, Senin (22/2/2016).

Dalam seminar, hadir Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Alauddin Dr Abd Rasyid Masri, pakar komunikasi UIN Alauddin Makassar Dr Firdaus Muhammad. guru besar komunikasi Universitas Padjajaran Bandung Prof Dr Deddy Mulyana MA PhD dan ketua jurusan komunikasi Universitas Padjajaran Dr Dadang Rahmat Hidayat MSi. Hadir pula peneliti komunikasi kesehatan Dr Tine Silvana MSi dan Dr Susanne Dida MM.

Hidayat mengatakan, iklan yang tayang di televisi, radio, maupun surat kabar kebanyakan membodohi publik. “Industri makanan dan kosmetik kecantikan di media semata bertumpu pada kepentingan produsen. Kita menjadi sasaran,” kata Hidayat.

Menurut Hidayat, informasi produk di media massa mengabaikan aspek kesehatan. “Publik dipaksa untuk menikmati industri makanan dan minuman lalu kemudian beralih pada industri farmasi. Manusia dijadikan sebagai alat untuk mencari uang. Manusia menjadi mainan industri,” kata Hidayat.

Ia melanjutkan, informasi belum menyentuh aspek kesehatan. “Publik dipaksa untuk menikmati industri makanan dan minuman lalu kemudian beralih pada industri farmasi,” katanya.

Untuk itu, Hidayat mengatakan, pers harus mengambil tanggungjawab terkait komunikasi kesehatan. Media, kata dia, jangan melupakan efek periklanan berupa munculnya berbagai macam penyakit di tengah masyarakat. “Sebelum iklan produk atau alat kesehatan tayang di televisi, seharusnya lulus uji klinis,” ujarnya.

Seharusnya, lanjut Hidayat, media harus menjadi gatekeeper informasi. Bahkan, komunikasi kesehatan harus menyentuh rasa keadilan. “Pesan-pesan media harus membuat orang sehat. Tidak hanya sehat jasmani, tetapi juga sehat pikiran,” katanya.

Lebih jauh, disamping literasi media, publik memerlukan pengetahuan literasi medik. “Medical literasi penting kita kembangkan, sehingga publik memiliki daya survival terhadap informasi yang menggebu-gebu saat ini,” ujarnya.


Tag
  • ISKI Sulsel
  •  
    div>