SENIN , 18 DESEMBER 2017

Istana Goda Komandan

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Jumat , 11 Agustus 2017 09:47
Istana Goda Komandan

int

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Kunjungan Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden RI, YusufKalla (JK) secara bergantian ke Sulawesi Selatan patut menjadi perhatian.

Kunjungan RI 1 sebelumnya dalam rangka Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke 70, Rabu (12/7) lalu. Saaty itu, Jokowi mengapresiasi kinerja Syahrul Yasin Limpo sebagai Gubernur Sulsel.

Alasannya, ditangan Komandan–julukan Syahrul Yasin Limpo (SYL), pertumbuhan ekonomi Sulsel kian membaik sehingga menekan terjadinya inflasi.

Tidak lama berselang, giliran RI 2 yang berkunjung ke Sulsel. Wapres (JK) datang ke Sulsel dengan agenda peringatan Hari Teknologi Nasional (Harteknas), Kamis (10/8).

Boleh jadi seringnya istana ke Sulsel terkait politik lantaran masa jabatan SYL sebagai Gubernur Sulsel yang hampir berakhir. Bisa saja SYL digoda masuk kabinet atau komunikasi awal untuk Pilpres 2019.

Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo yang ditemui mengatakan, dipusatkannya sejumlah agenda nasional di Sulsel merupakan bentuk perhatian pemerintah pusat. Menurutnya, belum ada agenda nasional yang tidak sukses jika diselenggarakan di Sulsel, khususnya Makassar. “Sulsel memang menjadi perhatian nasional sejauh ini,” kata Syahrul.

Ia mengungkapkan, dari segi akses transportasi dan ketersediaan fasilitas, Sulsel merupakan satu-satunya provinsi di luar Pulau Jawa, yang cukup lengkap. Sehingga, pemerintah pusat kerap menjadikan Makassar sebagai tuan rumah.

[NEXT-RASUL]

“Sebelumnya Hari Koperasi Nasional juga dipusatkan disini dan dihadiri Presiden Jokowi, dilanjutkan Hari Teknologi Nasional dihadiri Presiden ketiga BJ Habibie, ada Pak Wapres Jusuf Kalla. Kemudian,  menteri-menteri juga sudah tidak terhitung yang mempusatkan kegiatannya di Sulsel.  Ini sesuatu yang harus kita syukuri,” ujarnya.

Terkait namanya yang kerap disebut-sebut akan masuk di kabinet Jokowi-JK,  Syahrul menanggapi santai. “Saya hanya bekerja untuk rakyat,” tegasnya.

Menanggapi hal tersebut, Pakar Pemerintahan Universitas Hasanudin (Unhas) Makassar, Andi Lukman Irwan menyebutkan, prestasi dan keberhasilan SYL selama ini memang perlu diakui secara nasional maupun internasional.

“Pencapaian luar biasa Sulsel di bidang ekonomi, infrastruktur, pertanian dan lainnya. Saya kira tidak terlepas dari kemampuan dan kepiawaian pak SYL dalam mengelola pemerintahan di Sulsel. Prestasi ini sudah layak SYL mendapat jabatan strategi di pusat,” ujarnya, Kamis (10/8).

Menurutnya, pengalaman SYL mulai dari lurah, bupati hingga gubernur dan jabatan strategis lainnya adalah keberhasilan sesuai prestasi. Oleh sebab itu, pemerintah pusat saat ini sudah saatnya menyiapkan posisi agar kelak SYL turun dari tahta kursi gubernur bisa melanjutkan karir di tingkat nasional.

“Setidaknya kursi menteri. Karena kepiawaian beliau (SYL) sehingga Sulsel banyak mendapat prestasi dan menaikkan derajat hidup masyatakat Sulsel. Sangat wajar mendapat apresiasi dari pihak istana,” tuturnya.

[NEXT-RASUL]

Ia menilai, SYL memiliki kompetensi dan integritas untuk berada di panggung nasional. Jika SYL, kata dia, dimasukkan dalam jajaran kabinet, maka dapat menjadi modal politik yang kuat dan besar bagi kepemimpinan Jokowi untuk mendapatkan dan menjaga basis suara di wilayah timur untuk Pilpres 2019.

“Pak SYL dalam kapasitas sebagai ketua Asosiasi Gubernur se-Indonesia, saya kira mengindikasikan beliau adalah magnet yang kuat untuk mendapatkan simpul-simpul suara, bukan hanya di wilayah timur tapi di semua kawasan. Sehingga menurut saya Jokowi harus cepat merangkul SYL untuk memuluskan jalan menuju Pilpres 2019,” katanya.

Sementara Pakar Politik Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, Firdaus Muhammad berpendapat, sosok seperti SYL, selain tokoh politik, juga punya pengalaman tinggi di pemerintahan. Dengan popularitas tinggi tersebut merupakan magnet tersendiri bagi publik. “Daya pikat SYL pun mampu meningkatkan pembangunan juga mengatasi berbagai problem,” sebutnya.

Menurutnya, jika SYL memiliki posisi di pusat, bisa memberikan sumbangsi kepada pembangunan di daerah. Bahkan Firdaus menilai SYL mampu menempatkan diri sebagai orang yang netral pada event politik daerah maupun nasional. “SYL bisa berkontribusi bagi pembangunan dan SDM,” jelasnya. (E)


Tag
  • JK
  •  
  • syl
  •  
    div>