SENIN , 19 NOVEMBER 2018

Isu Keterlibatan Kapala Daerah di Pemilu, Husler Jawab Ini

Reporter:

Ibrahim

Editor:

Iskanto

Kamis , 27 September 2018 15:20
Isu Keterlibatan Kapala Daerah di Pemilu, Husler Jawab Ini

Sosialisasi Pengawasan Pemilu 2019 di Hotel Sikumbang Tomuni, Kamis (27/9).

LUWUTIMUR, RAKYATSULSEL.COM – Bupati Luwu Timur Muhammad Thorig Husler mengatakan dirinya lebih ‘enjoy’ menjadi Pengayom semua Partai Politik (Parpol) di wilayahnya pada Pemilu 2019.
Hal itu ia sampaikan untuk menjawab isu kalau Kepala Daerah di Luwu Raya sudah di rekrut masuk ke tim Pemenangan salah satu Calon Presiden.

Demikian disampaikannya saat di konfirmasi usai menjadi narasumber acara Bawaslu Luwu Timur tentang Sosialisasi Pengawasan Pemilu 2019 di Hotel Sikumbang Tomuni, Kamis (27/9).

Menurut Husler , sebagai bupati ia ingin netral pada Pemilu 2019, maksudnya tidak mau masuk dalam struktur tim pemenangan Capres dan Cawapres.Sehingga, keinginannya di lutim agar pesta demokrasi 2019 nanti tetap kondusif, aman dan tanpa gesekan.

“Sampai saat ini belum ada perintah partai untuk menjadi tim pemenangan salah satu Capres dan Cawapres,” Ujar Husler

Bagi Husler Pemilu adalah perwujudan kedaulatan rakyat. Olehnya itu penyelenggara dan pemerintah harus menjamin hak-hak Politik masyarakat tersalurkan dengan baik.

Sebagai Kepala Pemerintahan di Lutim, Husler berjanji pihaknya bersama TNI dan Polres Luwu Timur akan terlibat penuh melakukan pengawasan. Mulai Pengawasan distribusi logistik pemilu ke TPS sampai penentuan titik pemasagan Alat Peraga Kampanye (APK).

Husler juga sudah menyampaikan agar seluruh ASN di Lutim netral tidak terlibat politik praktis.

Selain itu Husler juga berjanji akan menyediakan Kantor Bawaslu Luwu Timur yang layak. “Untuk yang ini kami masih menunggu desain gambarnya dari Bawaslu yang belum kami terima,” tandasnya.

Ketua Bawaslu Lutim Rahman Atjha mengatakan acara sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada peserta Pemilu dan masyarakat agar bersama-sama mengawal pemilu ini dengan damai dan berkualitas.

Terbatasnya personil Bawaslu sehingga semua pihak bisa terlibat mengawasi pemilu. Sehingga pemilu yang digelar 2019 nanti berjalan lancar tanpa kecurangan.

Acara ini juga di hadari Bawaslu Provinsi Sulsel, Amrayadi dan seluruh Pengurus Partai Politik di Lutim. (*)


div>