SELASA , 16 OKTOBER 2018

Isu Pecat Lima Anggota di Gowa, Kader Golkar Siap Melawan

Reporter:

Editor:

MA

Kamis , 01 Maret 2018 21:53
Isu Pecat Lima Anggota di Gowa, Kader Golkar Siap Melawan

ilustrasi

GOWA,RAKYATSULSEL.COM – Partai Golkar dibawa kepemimpinan Nurdin Halid rupanya tidak percaya diri (PeDe) untuk meyakinkan kader internal dengan cara persuasif.

Lima anggota DPD II Partai Golongan Karya (Golkar) Gowa diusulkan dipecat saat rapat pleno internal partai yang berlangsung, Selasa (27/2/2018) lalu. Usulan pemecatan itu berdasarkan alasan mereka tidak melaksanakan perintah partai.

Kelima anggota tersebut masing-masing Musaddiah Rauf, Irmawati Haeruddin yang saat ini masih duduk sebagai anggota DPRD Gowa serta Muh Kasim Sila, Sugianto pattanagara, serta Fatmawati Bangsawan.

Salah satu kader DPD II Golkar Kabupaten Gowa yang namanya ikut diusulkan Sugianto Pettanagara mengatakan bahwa, usulan pemecatan yang dilakukan oleh pengurus DPD II Golkar Kabupaten Gowa tidak berdasar dan tidak sesuai mekanisme.

Ia menuturkan, jika pihaknya melakukan pelanggaran seharusnya ada teguran sehingga diketahui. Oleh karenanya, dirinya bersama rekannya merasa tak bersalah sehingga mendapat perlakuan tak sedap dari partai beringin.

“Sampai sekarang kami tidak pernah ditegur atau diminta keterangan tiba-tiba ada info usulan pemecatan, apalagi tuduhan tak mendasar,” kata Sugianto, Kamis (1/3).

Ia juga membantah jika dirinya mendukung salah satu kandidat pilgub mengatasnamakan partai. Dirinya hanya atas nama individu bukan membawa nama atribut partai seperti isu miring yang beredar.

“Terkait dukungan saya ke IYL-Cakka itu hak prerogatif pribadi saya, dan tidak pernah mengatasnamakan partai apalagi menggunakan atribut Golkar dalam aktifitas dukungan IYL-Cakka,” tuturnya.

Kaitan dengan pemecatan hanya karena perbedaan dukungan. Ia mengungkapkan, jika hal itu menjadi dasar maka DPD I Golkar juga seharusnya melakukan pemecatan terhadap ketua HARIAN DPD I Golkar Sulsel, yakni M Roem karena tidak mendukung keputusan partai Golkar di Pilkada Sinjai.

“Kalau saya dipecat maka pak Roem juga harus dipecat, karena tidak mendukung calon usungan Golkar di Pilkada Sinjai,” pungkasnya.

Merasa dirinya diperlakukan tak sedap oleh pengurus partai Golkar. Ia berjanji akan bersama teman-teman di partai Golkar melawan keputusan partai, karena keputusan DPD II Golkar Gowa tidak sesuai dengan mekanisme partai.

” Kami siap melawan keputusan sepihak itu dan akan berkonsolidasi dengan teman-teman digolkar demi menyelamatkan partai dari pelanggaran dan ketidaktaatan pada asas organisasi,” ungkapnya.

Sugianto menambahkan, Golkar tidak mengenal pemecatan secara mendadak. Justru Golkar Gowa dan Golkar Sulsel, sudah saatnya melakukan Musda atau Musdalub.

Ia menilai, tindakan semena-mena internal pengurus Golkar tak boleh dibiarkan. Pasalnya keputusan yang ditentukan sangat jauh dari kebijakan partai.

“Ini tidak bisa dibiarkan terus, bicara taat asas, padahal mereka selalu melanggar asas. Golkar Gowa yang seharusnya musda hanya berputar pada Plt berulang-ulang, begitu juga di DPD I Golkar Sulsel sudah seharusnya musda tetapi tiba tiba ada pengurus definitif tanpa melalui Musda,”demikian kata Sugianto.

Sebelumnya Ketua Plt DPD II Golkar Gowa Hoist Bachtiar membenarkan hal tersebut. “Mereka tidak melaksanakan perintah partai. Kita tidak melarang mendukung orang lain. Tapi kalau pakai atribut Golkar jangan dukung pasangan yang tidak diusung partai,” ungkap Hoist Bachtiar kepada wartawan, Selasa lalu.(**)

 


Tag
div>