SELASA , 21 AGUSTUS 2018

IYL Bidik Pasangan dari Utara

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Selasa , 26 April 2016 10:23
IYL Bidik Pasangan dari Utara

int

MAKASSAR,RakyatSulsel.com – Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sulsel 2018 masih dua tahun lagi. Meski demikian, beberapa kandidat mulai aktif bersosialisasi dan membangun komunikasi dengan partai politik.

Dari sekian banyak yang diidolakan untuk menjadi suksesor Syahrul Yasin Limpo, muncul pula nama mantan bupati kabupaten Gowa dua periode Ichsan Yasin Limpo. Berbeda dengan kandidat lain, IYL–sapaan akrab Ichsan Yasin Limpo masih adem ayem dan belum melakukan gerakan apapun yang mengindikasikan akan maju pada Pilgub Sulsel mendatang.

Meski demikian, sejumlah kepala daerah di Sulsel mulai mengeluarkan pernyataan dukungan terhadap IYL untuk maju pada pesta demokrasi lima tahunan itu. Mantan Bupati Gowa dua periode itu dijagokan sedikitnya sembilan kepala daerah.

Informasi yang dihimpun oleh wartawan Harian Rakyat Sulsel, sembilan kepada daerah yang telah memberikan pernyataan untuk mendukung IYL maju di Pilgub 2018 mendatang antara lain Bupati Luwu Andi Cakka, Bupati Lutra Indah Putri Indriani, Bupati Lutim Thorig Husler, Bupati Soppeng Andi Kaswadi Razak, Bupati Sidrap Rusdi Masse, Bupati Bone Fahsar Padjalangi, Bupati Jeneponto Iksan Iskandar, Wali Kota Makassar Danny Pomanto, dan Bupati Maros Hatta Rahman.

Juru bicara IYL, Arifuddin Saini mengatakan saat ini IYL masih fokus di Palang Merah Indonesia (PMI) Sulsel. Oleh karena itu, kata dia, IYL belum melakukan gerakan terkait pemilihan Gubernur 2018 mendatang.

“Pak IYL itu masih fokus pada tugasnya PMI Sulsel, sehingga belum ada gerakan sama sekali seperti calon lainnya,” ujarnya, Senin (25/4).

[NEXT-RASUL]

Terkait dengan dukungan beberapa kepala daerah, Arifuddin membenarkan hal tersebut. Menurutnya, dukungan beberapa kepala daerah terhadap IYL pada pemilihan Gubernur 2018 itu sudah lama.

“Iya benar, dan sebenarnya itu sudah lama ada kepala daerah yang mendukung Pak IYL,” bebernya tanpa merinci siapa-siapa saja kepala daerah yang dimaksud.

Mengenai bakal calon pasangan yang ideal untuk IYL, Arifuddin mengatakan bahwa IYL menginginkan Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar untuk menjadi pasangannya. Menurutnya, Aziz Qahhar adalah sosok tokoh dari daerah utara Sulsel. “Kalau Pak IYL itu menginginkan calon pasangan dari daerah Utara Sulsel, seperti Ibu Indah atau Pak Aziz,” ucapnya.

Sementara itu, juru bicara Aziz Qahhar, Irfan Yahya mengatakan Azis Kahar masih fokus pada tugas dan dakwahnya. Ia mengaku, sudah ada beberapa kandidat yang akan maju Pilgub untuk menghubungi Aziz Qahhar dan meminangnya untuk berpaket pada Pilgub Sulsel mendatang.

“Ustad Aziz saat ini masih fokus pada tugasnya sebagai anggota DPD RI, dan masih fokus menjalankan dakwah. Tapi, jujur saja sudah ada beberapa kandidat yang menghubungi Ustad Aziz untuk berpaket pada Pilgub mendatang,” ungkapnya.

Ia menambahkan, sejauh ini telah banyak tokoh masyarakat Sulsel yang meminta Aziz Qahhar kembali bertarung pada Pilgub. Namun, Aziz Qahhar masih belum memutuskan apakah akan maju atau tidak. Menurutnya, nantinya ketika akan berniat maju pada Pilgub, Aziz Qahhar akan melakukan konsultasi dengan lembaga dakwah yang digelutinya.

[NEXT-RASUL]

“Sudah ada beberapa tokoh masyarakat Sulsel yang meminta Ustad Aziz untuk maju di Pilgub, tapi belum pi ada keputusan. Adapun nantinya ketika Ustad Azis berniat maju maka tentu akan mengkonsultasikan hal tersebut dengan lembaga dakwahnya,” jelasnya.

Anggota DPRD Sulsel dari fraksi partai Golkar, Rahman Syah mengatakan sangat mengapresiasi dukungan pernyataan tersebut. Menurutnya, ia sangat bersyukur ketika ada kepada daerah di Sulsel yang mendukung IYL maju di Pilgub mendatang.

“Tentu kita mengapresiasi hal ini, dan pasti kita akan sangat bersyukur ketika pernyataan tersebut memang benar adanya dari kepala daerah di Sulsel,” kata Rahman.

Ia menambahkan, IYL belum melakukan gerakan politik sana sekali untuk maju pada Pikgub. Namun, kata dia, ketika ada menggunakan atribut atau tim yang mengatasnamakan IYL itu hanya spontanitas semata.

“Pak IYL belum bergerak sama sekali apa lagi sampai membentuk Tim, adapun ketika ada yang mengatasnamakan Pak IYL itu hanyalah sifatnya spontanitas,” ujarnya.

Mengenai hal tersebut, Pakar Politik Universitas Hasanuddin, Adi Suryadi Culla mengatakan kondisi konfigurasi kandidat yang akan maju pada Pilgub masih cair. Ia menilai, semua calon yang ada masih dalam proses penjajakan. “Konfigurasi kandidat bakal calon pasangan Pilgub itu masih cair karena semuanya masih dalam tahap penjajakan,” ujarnya.

Ia menambahkan, kandidat pasangan bakal calon yang maju pada Pilgub haruslah saling memberi kontribusi satu sama lain. Selain itu, kata dia, pasangan yang ideal itu juga haruslah saling memberi nilai tambah.

[NEXT-RASUL]

“Saya kira untuk kandidat yang akan berpasangan itu haruslah saling memberi kontribusi, sehingga nantinya akan ada nilai tambah yang mampu dijadikan bagian penting dari pasangan itu sendiri,” bebernya.

Terkait komposisi konfigurasi pasangan bakal calon yang akan maju pada Pilgub, dia mengatakan paket antara IYL dan Aziz Qahhar belum bisa dikatakan kuat. Ia beralasan, konfigurasi kandidat lain belum jelas.

“Kombinasi Pak Ichsan dan Pak Azis itu belum bisa dikatakan kuat atau tidak karena kan konfigurasi kandidat lain belum jelas, namun hal ini tentu punya nilai positif terhadap Pak Ichsan karena Pak Aziz itu punya modal politik dari pengalamannya pada Pilgub lalu,” terangnya.

Masalah lain dari paket IYL dan Aziz Qahhar adalah belum bisa dipastikan akan keduanya akan legowo menempati posisi wakil. Ia menilai, isu keduanya juga masih bersifat unpredictable. “Pak IYL dan Pak Azis ini belum bisa dipastikan akan berpaket adapun ketika nantinya akan berpaket itu masih bersifat unpredictable,” ucapnya.

Menurut Adi Suryadi, alternatif pasangan lain untuk IYL adalah Agus Arifin Nu’mang. Menurutnya, Agus Arifin Nu’mang punya pengalaman selama dua periode yang tidak bisa dipandang sebelah mata.

“Pak IYL ini kan masih terbuka untuj siapa saja, sehingga saya kira salah satu alternatif pasangan Pak IYL adalah Agus Arifin Nu’mang, namun tentu pak IYL harus legowo untuk tempati posisi kosong dua sebab Pak Agus itu sudah dua periode menjadi wakil gubernur,” jelasnya


div>