SABTU , 22 SEPTEMBER 2018

IYL Bisa Borong Parpol Islam

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Selasa , 07 Maret 2017 09:25
IYL Bisa Borong Parpol Islam

int

MAKASSAR, RakyatSulsel.com – Jelang Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sulsel 2018 mendatang, arah dukungan partai politik di Sulsel sudah mulai tampak. Bahkan, jika dilihat dari komposisi partai yang ada saat ini kemungkinan Pilgub Sulsel akan menghadirkan poros politik baru. Poros baru yang dimaksud, yakni potensi bersatunya partai berbasis islam untuk mengusung satu calon yakni Ichsan Yasin Limpo (IYL).

Pasalnya, sejauh ini sedikitnya tiga parpol Islam tercatat memberikan sinyalemen yang cukup kuat untuk mengusung mantan Bupati dua periode tersebut. Salah satu partai Islam yang cukup disegani di Sulsel yakni Partai Amanat Nasional (PAN) hampir pasti akan mengusung Ichsan di Pilgub. Partai Islam yang kedua yang mengindikasikan akan mengusung Ketua PMI Sulsel itu adalah Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Bahkan, Ketua Umum PPP, Romahurmuziy secara terang-terangan menyebut Ichsan sebagai salah satu figur kuat di Pilgub Sulsel, saat menghadiri gerak jalan santai di Gowa pekan lalu.

Adapun partai Islam lainnya seperti Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Bulan Bintang (PBB), dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) kemungkinan besar mampu dirangkul IYL. Pasalnya, IYL memiliki kapasitas untuk membangun komunikasi dan konsolidasi pada ketiga partai tersebut.

Terkait hal itu, Wakil Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKS Sulsel, Ariyadi Arsal mengatakan hingga saat ini hanya ada satu bakal calon yang berniat maju pada Pilgub Sulsel yang telah melakukan pertemuan resmi dengan sejumlah pengurus DPW PKS Sulsel yakni Ichsan Yasin Limpo. “Kalau di PKS, sepengetahuan saya masih Pak Ichsan yang melakukan komunikasi politik secara resmi sesuai dengan mekanisme Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) partai, yang lain itu belum pernah sama sekali,” kata Ariyadi, Senin (6/3).

Ia menambahkan, hal tersebut nantinya akan dilaporkan secara resmi oleh DPW PKS Sulsel ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKS pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) di Jakarta. Menurutnya, Rakornas tersebut juga akan membahas mengenai evaluasi dan persiapan partai dalam menatap Pilkada serentak 2018 mendatang. “Hasil pertemuan kemarin dengan Pak Ichsan itu sebenarnya sudah kami laporkan ke DPP, namun pada Rakornas baru kita akan serahkan laporan itu secara resmi. Apalagi salah satu topik yang akan dibahas adalah Pilkada serentak 2018 mendatang, jadi waktunya tepat,” jelasnya.

Mengenai peluang PKS akan mengarahkan dukungannya kepada Ichsan pada Pilgub mendatang, Ariyadi tidak ingin berspekulasi. “Belum bisa dipastikan hal itu, waktunya juga kan masih panjang. Tapi kalau soal prospek komunikasi politik, Pak Ichsan-lah yang lebih maju,” ujarnya.

[NEXT-RASUL]

Adapun mengenai calon gubernur lain, Sekretaris Komisi D DPRD Sulsel itu mengaku selain Ichsan, sudah banyak yang melakukan komunikasi. Namun, kata dia, komunikasi tersebut masih belum resmi secara kepartaian. “Calon lain juga sudah ada yang pernah komunikasi, tapi kan hanya Pak Ichsan yang resmi. Bahkan, info terbaru dari DPD PKS Bantaeng bahwa Pak Nurdin Abdullah akan melakukan pertemuan dengan kami di DPW, tapi kan sampai hari ini belum ada kejelasan waktunya,” pungkasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPW PKS Sulsel, Irwan ST mengatakan sangat mengapresiasi langkah yang dilakukan Ichsan untuk membuka komunikasi dan silaturahmi politik dengan DPW PKS Sulsel beberapa waktu yang lalu. “Saya kira Pak Ichsan ini adalah salah satu bakal calon gubernur yang paling awal membuka komunikasi dengan kami, beliau menyampaikan gambaran peta politik dan berbagai agenda pembangun Sulsel yang perlu dilanjutkan dan ditingkatkan,” jelasnya.

Oleh karena itu, kata dia, dirinya akan melaporkan hal itu pada Rakornas DPP PKS Sulsel di Depok, Jakarta, yang digelar mulai kemarin hingga besok, di Hotel Bumi Wiyata. “Makanya saya ini sedang dalam perjalanan ke forum Rakornas, dan salah satu yang akan saya laporkan adalah mengenai Pak Ichsan. Ini merupakan salah satu gambaran perkembangan terkini Pilgub 2018 di Sulsel,” pungkasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Bendahara DPW PAN Sulsel, Syamsuddin Karlos mengatakan pasca kehadiran Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan pada pelantikan DPD PAN se-Sulsel lalu, PAN terus melakukan komunikasi dengan DPD PAN se-Sulsel mengenai persiapan pengusungan Ichsan di Pilgub. “Alhamdulillah, kader PAN di Sulsel sangat terbuka dan menerima respon DPP PAN yang mengindikasikan akan mengusung Ichsan di Pilgub. Saya kira, jika hal itu adalah keputusan partai maka setiap kader yang ada di Sulsel akan tunduk dan patuh atas keputusan tersebut,” kata Karlos.

Bakal calon bupati yang akan maju pada Pilkada Jeneponto pada 2018 mendatang itu mengaku, DPW PAN Sulsel saat ini tengah gencar melakukan komunikasi kepada seluruh DPD PAN se Sulsel untuk mensosialisasikan Ichsan di Pilgub Sulsel. “Salah satu yang kami prospekkan kedepan adalah menginstruksikan kader yang ada pada 24 DPD PAN se Sulsel untuk mensosialisasikan Pak Ichsan hingga tingkat Dewan Pimpinan Ranting (DPRt) PAN,” pungkasnya.

[NEXT-RASUL]

Sementara, Ketua DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sulsel Azhar Arsyad mengatakan persoalan Pilgub akan dibahas bersama internal PKB, sehingga arah koalisi belum bisa disampaikan ke Publik. “Persoalan arah dukungan nanti akan kita sampaikan di internal,” ujarnya.

Menurutnya, selama ini jalinan hubungan komunikasi dengan kandidat atau figur yang hendak maju di Pilgub berjalan cukup cair. Namun komunikasi yang dibangun dengan berbagai figur selama ini tidak serta merta diberikan dukungan. Dia beralasan PKB punya mekanisme tersendiri sehingga masih dikaji dan diadakan rapat bersama. “Kita ikut mekanisme, harus duduk bersama untuk dibahas,” katanya.

PKB Sulsel lanjut dia, masih berembuk untuk menentukan siapa kandidat yang diusung. Karena selama ini hampir semua figur di Pilgub melakukan komunikasi dengan PKB. “Baik pak IYL, pak Burhanuddin, Rivai, Agus, NH semua Komunikasi, tapi kita masih tunggu rapat internal,” pungkasnya.

Secara terpisah, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Sulsel, H.M. Aras menyebutkan saat ini PPP betul-betul mempersiapkan diri untuk memenangkan Pilkada dan Pilgub Sulsel 2018 mendatang. Untuk usungan, pihaknya sudah mendapat sinyal dari pengurus DPP untuk merapat di salah satu kandidat. Meski begitu dia enggan menyebutkan siapa figur yang hendak PPP dukung. “Ada bayangan dari DPP, tapi nanti publik tau sendiri,” ujarnya.

Terkait arah koalisi, Muhammad Aras mengatakan semua bentuk koalisi bisa saja terjadi, termasuk diantaranya menggalang koalisi partai berbasis islam. jika hal itu bisa terwujud, maka PPP akan akan sangat terbuka kepada partai islam lainnya untuk membangun komunikasi politik mengenai Pilgub.”Saya pikir tidak ada yang tidak mungkin ketika saling terbuka untuk melakukan komunikasi politik. Dan saya kira koalisi partai islam itu bisa jadi alternatif,” kata Aras

Meski demikian, kata Aras, terbentuknya poros koalisi parpol islam akan sangat tergantung dari respon masyarakat. “Saya pikir ini ada hubungannya juga respon masyarakat, bagaimana kandidat yang akan diusung oleh koalisi partai islam ketika hal itu benar terjadi. Jadi ini sepenuhnya bukan dalam kendali partai tapi juga masyarakat sebagai pemilih,” jelasnya.

[NEXT-RASUL]

Adapun ketika ditanya mengenai komunikasi dengan partai berbasis islam di Sulsel, Aras mengaku komunikasinya dengan PKB, PKS, dan PAN sejauh ini berjalan cukup baik. Bahkan, dirinya optimis koalisi partai islam bisa saja mengerucut, karena visi misi yang dibawa hampir sama. “Saya dengan beberapa kader dari PKS, PKB, dan PAN itu sangat akrab. Komunikasi kami sangat lancar, dan cair. Sehingga kalau memang hal ini bisa terjadi, maka untuk menyatukannya itu tidaklah susah, karena secara perjuangan dalam visi dan misi itu hampir sama,” terangnya.

Sementara itu, Ketua DPW Partai Bulan Bintang (PBB) Sulsel, Badaruddin Puang Sabang pun memastikan tetap membuka tahapan rekrutmen calon gubernur dan wakil gubernur meskipun hanya memiliki 1 kursi di DPRD Sulsel. Menurutnya, setiap parpol punya mekanisme tersendiri. Semua calon memiliki peluang yang sama. Tapi intinya bagaimana PBB bisa partisipasi dalam mensukseskan Pilgub Sulsel 2018 mendatang dan serta bekoalisi dengan partai lain untuk menusung calon Gubernur. “Sebagai Parpol, tetap kita buka pendaftaran. Kita akan sesuaikan dengan tahapan dari KPU. Bagi figur yang ingin merapat silahkan,” singkatnya.

Diketahui jumlah kursi parpol Islam di DPRD Sulsel jika digabung sebanyak 26 kursi, yakni PAN (9 kursi), PKB (3 kursi), PBB (1 kursi), PKS (6 kursi), PPP (7 kursi). Jika IYL mampu mendapatkan koalisi parpol Islam, maka dipastikan memenuhi syarat minimal usungan Pilgub, sebanyak 17 kursi. (E)


Tag
  • Pilgub 2018
  •  
    div>