SABTU , 18 AGUSTUS 2018

IYL-Cakka Terpilih, Ibu Ini Ingin Tambah Anak, Alasannya Mengejutkan

Reporter:

Editor:

asharabdullah

Minggu , 06 Mei 2018 12:45
IYL-Cakka Terpilih, Ibu Ini Ingin Tambah Anak, Alasannya Mengejutkan

int

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Pendidikan berkualitas merata tanpa pungutan yang didengungkan Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar (IYL-Cakka), faktanya memang sangat didambakan warga.

Alasan orang tua siswa masih terbebani dengan berbagai jenis pungutan dan sumbangan, termasuk biaya seragam sekolah, membuat mereka kadang mengaku kesulitan.

Belum lagi jika memiliki anak lebih dari empat. Semua harus ditanggung seragam sekolah, dan setiap saat membayar pungutan. Termasuk saat mengambil ijazah ketika tamat.

Beban orang tua siswa ini ikut diakui seorang ibu di pelosok Tana Toraja. Tepatnya, di Desa Lembang Sarappeang. Ia mencurahkan keluhannya saat disambangi Ichsan Yasin Limpo, Jumat (4/5/2018).

Awalnya, IYL menghampiri ibu paruh bayah ini ketika duduk bersama enam anaknya yang masih tergolong kecil di Kolong rumahnya.

“Apa kabar Bu?,” sapa Ichsan Yasin Limpo dengan penuh keramahan, sambil disambut jawaban dari ibu tersebut. “Baik Pak,” jawabnya.

“Berapa anak ta?,” tanya Ichsan lagi, lalu kemudian ibu menjawab “Enam.”

Ekspresi wajah Ichsan Yasin Limpo terlihat kaget mendengar jawaban ibu tersebut. Sebab, anak dari ibu tergolong masih kecil semua, dan sebagian sudah sekolah.

Sambil disaksikan warga lainnya, Ichsan Yasin Limpo kemudian menanyakan beban orang tua mengenai biaya di sekolah-sekolah, termasuk soal seragam sekolah yang setiap tahun harus diganti, minimal empat seragam.

Setelah mendengar curhatan ibu tersebut, IYL lalu bergegas ke luar untuk memaparkan program pendidikannya. Di depan warga, pelopor perda pendidikan gratis di Indonesia ini, berkomitmen untuk membebaskan semua jenis pungutan di sekolah.

“Apakah nanti guru dan komite sekolah marah kalau tidak ada pungutan dan sumbangan di sekolah? Tidak. Kenapa? Karena semua ditanggung oleh pemerintah melalui subsidi 1,5 Triliun per tahun,” urainya.

Bukan hanya itu, untuk membantu Beban orang tua siswa, maka pergub pertama yang akan ditandatangani jika terpilih, yakni tidak mewajibkan seragam sekolah.

Mendengar penjelasan dan komitmen “Mister Komitmen” ini, beberapa ibu-ibu begitu girang. Malah ada diantaranya langsung mengungkapkan ingin tambah anak lagi jika IYL-Cakka terpilih.

“Kalau terpilih ki, mauka tambah anak lagi Pak, karena tidak adami pungutan lagi di sekolah. Jadi tidak adami kita pikirkan lagi,” kata ibu di kolong rumah yang disambut tawa oleh warga lain yang mendengar ucapan ibu tersebut dengan penuh kepolosan.

Perhatian IYL-Cakka terhadap pendidikan memang tak perlu diragukan. Selain satu-satunya pasangan yang berani Ingin menggelentorkan dana 1,5 Triliun per tahun untuk peningkatan pendidikan, keduanya juga punya bukti nyata.

IYL misalnya, sukses menerapkan pendidikan gratis yang benar-benar bebas tanpa pungutan di Gowa. Begitu juga, menerobos sistem pendidikan, dengan menerapkan Sistem Kelas Tuntas Berkelanjutan.

Berkat terobosan itu, Gowa kini menjadi salah satu kiblat pendidikan di Indonesia. Termasuk dari tahun ke tahun, mencatatkan paling tinggi undangan ke
Siswa di Gowa untuk masuk perguruan tinggi.

Seperti tahun ini, Gowa kembali paling tertinggi undangan masuk ke perguruan tinggi. Hal itu semakin membuktikan jika IYL memang punya perhatian lebih terhadap masa depan anak cucu kita. (*)


div>