SELASA , 16 OKTOBER 2018

IYL: Kalau Ada Kandidat Klaim Bantuan Pertanian, Itu Tanda-tanda Bohong

Reporter:

Editor:

Lukman

Minggu , 29 April 2018 22:00
IYL: Kalau Ada Kandidat Klaim Bantuan Pertanian, Itu Tanda-tanda Bohong

Calon Gubernur Sulsel Ichsan Yasin Limpo saat sosialisasi di Soppeng.

SOPPENG, RAKYATSULSEL.COM – Dugaan adanya kandidat yang mempolitisasi bantuan Kementerian Pertanian, seperti bagi-bagi hewan ternak dan alat pertanian, ikut ditanggapi Ichsan Yasin Limpo.

Pasangan Andi Mudzakkar di Pilgub Sulsel ini menyatakan, jika benar informasi tersebut ada Kandidat yang mengklaim bantuan itu merupakan programnya, maka sangat jelas adalah pembodohan.

“Kalau ada yang mengatasnamakan itu adalah bantuan Kandidat yang bersangkutan, maka itu tanda-tanda bohong lagi ke rakyat,” sindir Ichsan Yasin Limpo saat menyampaikan orasi politiknya di Citta, Soppeng, Minggu (29/4/2018).

Di depan warga, Kandidat nomor urut 4 ini menegaskan, bantuan dari pemerintah pusat tersebut harus disalurkan sesuai peruntukannya. Bukan memanfaatkan atau mempolitisasi untuk kepentingan politik.

Sebab jika memang sudah menjadi program Kementerian, maka ada atau tidak ada momentum politik, itu harus disalurkan ke rakyat tanpa mempolitisasi.

“Itu bukan bantuan pribadi tapi bantuan itu sumber dananya dari APBN. Jadi itu memang hak rakyat dan harus disalurkan. Rawannya karena ada dugaan pemanfaatan lain untuk kepentingan Pilgub bagi kandidat tertentu,” tambah Ichsan.

Untuk itu, pastisipasi masyarakat Sulsel dalam mengawasi program bantuan tersebut sangat diharapkan demi berjalannya proses demokrasi yang lebih bermartabat.

“Jadi kalau masyarakat menemukan adanya bantuan yang diduga dipolitisasi sebaiknya segera dilaporkan ke Panwaslu atau Bawaslu. Karena hal itu adalah pelanggaran,” terangnya.

Hal ini bukan tanpa alasan, pasalnya memang rawan fasilitas pemerintah digunakan sebagai alat kampanye pada setiap event politik.

Apalagi jika ada kandidat memiliki hubungan kekeluargaan dengan orang yang memiliki peran strategis di pemerintahan.

“Jadi kalau mereka menganggap itu bantuan pribadi, maka itu pembohongan publik. Itu program pemerintah dan memang harus disalurkan ke masyarakat,” pungkasnya. (**)


div>