SELASA , 17 JULI 2018

IYL Layak Sandang Gelar Pendekar Pendidikan dari Timur

Reporter:

Muchtar Suma

Editor:

Ridwan Lallo

Minggu , 04 Februari 2018 21:48
IYL Layak Sandang Gelar Pendekar Pendidikan dari Timur

Ichsan Yasin Limpo

GOWA, RAKYATSULSEL.COM – Mantan Bupati Gowa dua periode, Ichsan Yasin Limpo (IYL) sangat pantas menyandang gelar pendekar pendidikan dari Timur.

Selain mottonya dari Gowa untuk Indonesia, Ketua PMI Sulsel yang juga calon Gubernur Sulsel ini juga memiliki banyak keberhasilan khusus di bidang pendidikan.

Hal dibuktikan dengan berbagai kebijakan yang sangat strategis dihasilkan selama 10 tahun memimpin Kabupaten berjuluk Butta Bersejarah.

Dan keberhasilan yang ditorehkan khusus di bidang pendidikan selama memimpin Gowa bukan hanya pada level nasional bahkan Internasional dengan menyabet peghargaan Literacy Price dari Unesco.

Atas kebijakan yang diambil dalam bidang pendidikan selama memimpin itu, melahirkan berbagai apresiasi bahkan pujian dari tokoh masyarakat Gowa.

Seperti diutarakan, Dr H Hannabi Rizal, bahwa kebiajakan IYL yang akrab disapa Punggawa ini dalam memajukan pendidikan di daerahnya sangat besar dalam berbagai aspek.

“Kebijakan pendidikan gratis total yang dicanangkan di era kepemimpinan Pak IYL sangat membantu masyarakat ekonomi lemah yang setiap tahun ajaran baru dipusingkan biaya sekolah anaknya namun atas programnya itu orang tua bisa tenang,” ujar Hannabi saat dikonfirmasi, Minggu (4/2).

Bukan hanya itu, lanjut Ketua Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) Kabupaten Gowa ini, inovasi pendidikan lainnya di era pemerintahannya, yakni Program Investasi SDM Seperempat Abad sangat dirasakan manfaatnya.

“Untuk program ini sangat dirasakan karena membantu masyarakat yang cerdas melanjutkan pendidikan hingga kuliah di perguruan tinggi tanpa mengeluarkan biaya,” jelas mantan Asisten II di era Kepemimpinan IYL periode pertama.

Sementara itu, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Gowa, Muslimin Kila mengatakan, sejak kabupaten ini dinakhodai IYL, sangat besar manfaat yang dirasakan masyarakat khususnya di bidang pendidikan.

“Berkat ketulusan dan keikhlasan dari beliau (IYL)  dalam memimpin di Gowa orang tua tidak terkendala biaya karena pendidikan gratis, sehingga angka putus sekolah menurun drastis. Begitu juga inovasi Istem. Kelas Tuntas Berkelanjuan (SKTB) yang mendorong siswa bersaing sehat karena tidak ada sistem tinggal kelas dan guru menjadi motivator di sekolah,” ujarnya.

Selain itu, kata mantan Pengawas Disdik Gowa ini, yang paling berkesan di masyatakat, yakni berkat gebrakannya, Ujian Nasional (UN) tidak lagi menjadi momok menakutkan bagi siswa di daerahnya.

“Dengan dihapuskannya sistem lulus dan tidak lulus pada UN maka otomatis menghapus ketakutakan orang tua dan siswa menjelang ajang tahunan ini yang cenderung merusak aqidah karena mengunjungi dukung agar bisa lulus dalam ujian akhir,” pungkasnya. (*)


div>