JUMAT , 16 NOVEMBER 2018

IYL Paling Siap di Pilgub Sulsel

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Senin , 13 Maret 2017 10:22
IYL Paling Siap di Pilgub Sulsel

int

MAKASSAR,RakyatSulsel.com – Mantan Bupati Gowa Dua Periode Ichsan Yasin Limpo, menjadi satu-satunya figur yang siap bertarung di Pilgub Sulsel 2018 mendatang. Hal itu menyusul kemampuan Punggawa dalam mencukupkan syarat pencalonan, di jalur Independen, dengan mengumpulkan 746 Ribu KTP. Jumlah tersebut memenuhi syarat minimal dukungan perseorangan, sebanyak 474.278 berdasarkan UU nomor 10 tahun 2016 tentang Pilkada.

Supervisor Strategi Pemenangan Jaringan Suara Indonesia (JSI) Arif Saleh mengatakan peluang IYL maju bertarung di Pilgub Sulsel 2018 mendatang hampir dipastikan bakal terwujud. Selain dukungan parpol mulai berdatangan, syarat maju lewat perseorangan juga sudah terpenuhi. Bahkan, pasca-Ichsan menyatakan keseriusannya maju bertarung di pilgub di sela-sela Silaturahmi Anak Negeri di Gedung CCC Makassar, Kamis (9/3) malam, IYL kini tercatat sebagai satu-satunya kandidat yang paling siap.

Arif mengatakan, dari sekian nama yang muncul jelang tahapan pilgub Sulsel, baru Ichsan yang secara terbuka menyampaikan jika ia tidak punya masalah lagi dengan syarat pencalonannya. “Harus kita akui, bahwa diantara nama-nama yang ingin maju di pilgub, Ichsan adalah satu-satunya kandidat yang paling siap untuk sekarang ini,” terang Arif Saleh, Minggu (12/3)

Arif menilai, jika kandidat lain masih “dipusingkan” apakah bisa mencukupkan syarat usungan lewat parpol nantinya, maka Ichsan tidak lagi terbebani soal itu. Mengingat, pemilik tagline “Punggawa” tersebut sudah punya alternatif di jalur perseorangan.

“Meskipun IYL masih memprioritaskan maju lewat usungan parpol, tapi ia tidak terbebani lagi apakah nantinya mampu atau tidak mencukupkan syarat usungan untuk maju. Karena, ia sudah punya modal dukungan lewat jalur perseorangan. Maju selangkah lah dibanding persiapan kandidat lain,” tambah Arif.

Menurut Arif, strategi yang dijalankan Ichsan dianggap sangat cerdik. Sebab, baik tim maupun relawan nantinya bisa lebih fokus meningkatkan sosialisasi IYL atau menggalang dukungan, tanpa khawatir lagi apakah maju atau terhadang dengan syarat di KPU.

“Langkah yang ditempuh IYL itu bisa saja menginspirasi kandidat lain, termasuk mereka yang ingin maju di Pilkada Kabupaten/kota. Ini sikap politik cerdas yang ditunjukkan IYL,” urai eks jurnalis ini.

[NEXT-RASUL]

Selain itu, pernyataan Ichsan di depan ribuan warga di CCC, juga mempertegas bahwa maju lewat jalur apapun, kekuatan nantinya akan disinergikan, baik keberadaan parpol, maupun relawan yang bergerak menggalang dukungan pemilih lewat foto copy KTP.

“Saya melihatnya bahwa dukungan publik melalui KTP yang didapatkan oleh IYL sekarang ini, tetap akan disinergikan jika pada akhirnya dukungan parpol memenuhi syarat mengusung pasangan di pilgub. Ada pesan yang seolah ingin ditegaskan, bahwa apapun pilihan kedepannya, tidak perlu lagi khawatir, karena semua akan dijadikan satu kekuatan,” jelasnya.

Lalu, apakah sikap Ichsan itu mirip yang dilakukan Ahok di Pilgub Jakarta? Arif yang lembaganya sukses mengantarkan Wahidin Halim-Andika memenangkan Pilgub Banten 2017, menganggap tidak bisa disamakan. Pasalnya Ahok di awal pencalonannya memastikan maju lewat perseorangan. Tapi belakangan justru lewat parpol. Akhirnya muncul kesan tidak konsisten.

“Kalau IYL itu agak beda. Di awal pencalonannya, tetap berusaha memprioritaskan maju lewat parpol. Namun, jalur perseorangan tetap juga disiapkan atau menjadi pilihan alternatif. Ada juga komitmen yang dibangun, bahwa apapun jalur yang digunakan nantinya, kekuatan tersebut tetap akan disinergikan. Di sini yang membedakan dengan sikap Ahok kalau kita ingin membandingkannya,” pungkas Arif.

Sementara Pakar politik Universitas Islam Negeri (UIN) Makassar, Sabri Ar menyebutkan banyaknya figur bakal calon gubernur yang selama ini intensif berburu parpol, mengisyaratkan bakal dinamisnya pertarungan di Pilgub mendatang. Bahkan jalur independen pun menjadi salah satu alternatif untuk memuluskan langkah kandidat lolos dalam tahap calon dan pencalonan di KPU.

Namun menurut Sabri, instrumen politik yang digunakan baik melalui independen maupun parpol, tidak menjadi jaminan kemenangan. Melainkan sejauh mana karakteristik dan figur ketokohan kandidat mampu mempengaruhi pemilih. “Yang menjadi penentu adalah masyarakat memilih seseorang di pilkada berdasarkan ketokohannya, bukan karena parpolnya atau jalur politik apa yang digunakan, termasuk independen,” ujarnya.

[NEXT-RASUL]

Sementara, Juru Bicara (Jubir) Ichsan Yasin Limpo, Reski Fatmala Passalo mengatakan saat ini Ichsan tetap menjaga komunikasi politik dengan semua partai, meskipun indikasi untuk maju melalui jalur independen terbuka. Sejauh ini, sudah ada beberapa partai yang mengindikasikan akan memberikan dukungan seperti PAN, PPP, dan PKS.

“Kita tidak ingin jumawa, kami akan tetap terbuka meski kami telah mendapat lampu hijau dari beberapa partai. Jadi partai apapun yang mau berkomunikasi dengan kami, maka kami akan tetap terbuka,” kata Key, sapaan akrab Reski Vatmala Passalo.

Khusus untuk PAN Sulsel, kata Key, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) dan Sekretaris Jenderal (Sekjen) PAN telah merespon positif. Namun begitu, kata dia, dirinya belum bisa memastikan hal tersebut. “Bang Zul memang sudah merespon baik, tapi kita tidak ingin mengklaim hal itu sebelum ada rekomendasi dan form yang telah ditandatangani oleh Ketum dan Sekjen,” pungkasnya.

PKS Sodorkan Nama IYL ke DPP

Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sulawesi Selatan, Irwan ST menyebutkan hingga saat ini pihaknya baru melakukan komunikasi secara resmi dengan Ichsan Yasin Limpo (IYL) di antara semua bakal calon gubernur yang ada. “Kalau di kita (PKS) untuk Pilgub baru pak Ichsan yang secara resmi yah. Tapi kalau non formal sih sudah banyak sebenarnya. Karena kita kan berteman-bertemanji semua ini,” ungkap Irwan ST.

Legislator DPRD Makassar ini mengatakan, terkait nama bakal calon yang sudah melakukan komunikasi tersebut, pihaknya telah menyampaikan ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKS saat menggelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) PKS beberapa waktu lalu. “Sudah kita sampaikan kalau sudah ada komunikasi, dan itu sangat diapresiasi karena sudah memasuki tahapannya itu, pasca melakukan Pilkada tahun 2018, kan di Sulsel juga hanya satu, hanya Takalar dan Alhamdulillah kita menang,” terangnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa semua daerah telah menyampaikan masing-masing capaian kinerja. Namun belum secara spesifik mempresentasekan tokoh yang disebut-sebut akan bertarung. “Jadi masing-masing kita menyampaikan progres kita setiap daerah,” jelasnya.

Sementara, Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan (FKPPI) Kabupaten Gowa, mendukung penuh Ichsan Yasin Limpo maju Pilgub Sulsel 2018 mendatang. Hal tersebut diungkapkan Ketua FKPPI Kabupaten Gowa, Andi Sura Suaib.

Ia menegaskan, pengurus dan anggota FKPPI Gowa akan melakukan sosialisasi di Sulsel sebagai bentuk dukungan terhadap pemilik slogan Punggawa tersebut. “Anggota FKPPI Gowa ini berasal dari sejumlah daerah di Sulsel. Dan tentunya kami siap berada di barisan terdepan, untuk mensosialisasikan Punggawa,” tegasnya. (E)


div>