RABU , 19 SEPTEMBER 2018

Izin Dicabut, Aset Abu Tours Disita

Reporter:

Ramlan - Irsal

Editor:

asharabdullah

Kamis , 29 Maret 2018 10:30
Izin Dicabut, Aset Abu Tours Disita

Kantor Abu Tours. (ist)

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) melalui Kantor Wilayah Kemenag Sulsel, resmi mencabut izin operasional perusahaan travel Amanah Bersama Umat (Abu Tours). Tak hanya itu, puluhan aset milik travel yang merugikan 86 ribu lebih jemaah umrah ini disita kepolisian.

Kepala Kanwil Kemenag Sulsel, Abdul Wahid Thahir, mengatakan, pencabutan izin tersebut mempertimbangkan, Abu Tours telah menelantarkan ribuan calon jemaahnya. Selain pencabutan izin, PT Abu Tours juga berkewajiban mengembalikan uang jemaah, atau memberangkatkan jemaah tanpa biaya tambahan.

“izin operasionalnya sudah kita cabut. Salah satu alasannya, karena Abu Tours menelantarkan jemaahnya. Untuk pemberangkatan jemaah, Abu Tours harus menggunakan travel atau pihak lain,” ujarnya, Rabu (28/3) kemarin.

Sementara, Direktur Operasional Pelaksana PT Abu Tours, Rizal Arfan, menjamin keberangkatan jemaahnya dengan mengikuti maklumat.

“Kami jamin keberangkatan jemaah, dengan catatan mengikuti isi maklumat,” singkat Rizal.

Kuasa Hukum Pengurus Perkumpulan Mitra dan Agen Abu Tours (Permators), Muh Amin Qadier, menilai, keputusan Kemenag itu merupakan langakah yang terburu-buru, dan keputusan tersebut prematur. Pasalnya sampai saat ini, masih ada jemaah yang diberangkatkan oleh agen, dan agen Abu Tours pun terus berusaha untuk memberangkatkan jemaahnya, meski harus menambah uang jemaah.

“Kemenag terlalu terburu-buru mengambil keputusan pencabutan izin. Keputusan itu prematur,” tegas Amin.

Terkait penyitaan aset, Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani, mengungkapkan, Krimsus Polda Sulsel telah melakukan penyitaan kantor Abu Tours di Jalan Kakatua dan Jalan Baji Gau Kota Makassar. Dalam penyitaan itu, unit usaha milik PT Abu Tours yang bergerak di bidang Alat Tulis Kantor (ATK) di Jalan Baji Gau, juga ikut disita oleh Ditreskrimsus Polda Sulsel.

Usaha ATK yang bernama Alika Bookstore dan Digital Printing ini berada tepat di tengah antara Kantor Abu Tours dan tempat penyimpanan koper jemaah bernama Divisi Handling dan Perlengkapan Jemaah Umrah dan Haji di Jalan Baji Gau Kota Makassar.

“Selain melakukan penyitaan kedua kantor Abu Tours tersebut, Polda Sulsel juga memasang papan bicara di Kantor Abu Tours,” terangnya, saat dikonfirmasi terpisah.

Selain itu, Polda Sulsel juga memasangi papan bicara di tiga bangunan lainnya. Yakni dua Kantor Abu Tours di Jalan Kakatua dan di Jalan Baji Gau. Meski demikian, berdasarkan informasi, beberapa usaha milik PT Abu Tours selain usaha ATK, diantaranya hotel yang terletak di Jalan Baji Gau serta beberapa Cafe Resto juga milik Abu Tours, belum dilakukan penyitaan.

Penyidik Subdit II Fismondev Ditreskrimsus Polda Sulsel, AKP Hendra Haditamar, menjelaskan, pihaknya hanya diperintahkan untuk memasang papan bicara terkait penyitaan aset Abu Tours.
“Kita cuma pasang papan bicara di empat bangunan milik Abu Tours,” ungkapnya.

Sebelumnya, Polda Sulsel telah melakukan penyitaan aset bergerak Abu Tours berupa sepeda motor dan mobil. Disita pula sejumlah rumah mewah yang merupakan aset milik tersangka Hamzah Mamba.

Salah satunya rumah megah dan satu bidang tanah di Jalan Tanggul Patompo, Kelurahan Balang Baru, Kecamatan Tamalate. Termasuk sebuah rumah di salah satu perumahan elite di Jalan Daeng Tata.
“Selanjutnya polisi juga bakal menyita dua unit apartemen di Vida View,” bebernya.

Dalam kasus ini, Direktur Utama PT Abu Tours, Hamzah Mamba, telah ditetapkan sebagai tersangka kasus penipuan, penggelapan dan pencucian uang terhadap ribuan jemaah yang tak kunjung diberangkatkan untuk melaksanakan ibadah umrah. (*)

 

 


div>