SELASA , 18 DESEMBER 2018

J-Co Gelar Penandatangan Petisi Terhadap Jokowi

Reporter:

asharabdullah

Editor:

Minggu , 22 April 2018 14:02
J-Co Gelar Penandatangan Petisi Terhadap Jokowi

Sejumlah anak muda menandatangi petisi berupa dukungan terhadap Joko Widodo (Jokowi) dengan gerakan #2019TetepJokowi dan Rakyat Nggak mau #2019GantiPresiden, di Kawasan Anjungan Pantai Losari, Minggu (22/4). Foto: Armansyah/RakyatSulsel

*Ramaikan CFD Di Losari

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Setelah muncul dan beredar luas kaos bertuliskan #2019GantiPresiden, muncul gerakan tandingan yakni dengan nama #2019TetepJokowi dan Rakyat Nggak mau #2019GantiPresiden di beberapa kota di Indonesia, termasuk Makassar.

Sejumlah anak muda yang mengatasnamakan diri Jokowi Connection (J-Co) mengadakan penandatanganan petisi dukungan terhadap Jokowi, Kawasan Car Free Day Anjungan Pantai Losari Makassar, Minggu (22/4).

Koordinator Nasional Relawan Jokowi Connection (J-Co), Frans Freddy mengatakan prestasi yang ditorehkan Jokowi selama 4 tahun terakhir, dan pantas menjabat untuk 2 periode.

“Kita akan kawal pemerintahan Jokowi sampai 2019 dan akan dilanjutkan pada periode selanjutnya,” ungkap Frans.

Menurut Frans, hasil survei menunjukkan dukungan terhadap Jokowi menguat sebagaimana tingkat elektabilitasnya. Penguatan elektabilitas Jokowi kata dia, memiliki hubungan signifikan dengan tingginya kepuasan publik atas kinerja Jokowi.

“Kita sebagai warga boleh jadi tidak setuju dengan beberapa kebijakan pemerintah saat ini. Kita tentu boleh mengajukan kritik atas itu. Namun kita juga harus fair mengapresiasi keberhasilan yang telah ditorehkan pemerintahan Presiden Jokowi,” beber Frans.

Frans menambahhkan, masyarakat utamanya kaum muda patut mengapresiasi keberhasilan yang telah ditorehkan pemerintahan Jokowi, utamanya membangun daerah-daerah tertinggal.

“Jokowi fokus pada pembangunan infrastruktur untuk mengurangi ketimpangan antar wilayah dan juga pembangunan kualitas manusia, mimpi keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia sedikit demi sedikit mulai terlihat, tentu hal itu harus dilanjutkan. Kita lihat Kalimantan, Sumatera dan Papua, infrastruktur di sana sudah bisa dinikmati,” tutupnya. (*)


div>