SENIN , 18 JUNI 2018

Jabat Plt Direktur, Renny Anggraeny Siap Benahi Cash Flow RSUD Andi Makkasau

Reporter:

Editor:

Niar

Kamis , 08 Juni 2017 14:38
Jabat Plt Direktur, Renny Anggraeny Siap Benahi Cash Flow RSUD Andi Makkasau

dr Renny Anggraeny Sari, Plt Direktur RSUD Andi Makkasau

PAREPARE, RAKYATSULSEL.COM- Managemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Andi Makkasau, Kota Parepare yang selama ini menjadi sorotan publik menjadi pemicu Wali Kota Parepare HM Taufan melakukan rotasi dan promosi.

Dua orang Pejabat Administrator RSUD Andi Makkasau, masing-masing dr Renny Anggraeny dan Darnawati bertukar posisi, dari Wadir Pelayanan Medik menjadi Wadir Administrasi dan Keuangan, demikian pula sebaliknya.

Selain dipercayakan sebagai Wadir Administrasi dan Keuangan, dr Renny Anggraeny juga diamanahkan sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD Andi Makkasau.

“Dokter Reny kita geser ke keuangan karena selama ini biang permasalahan menurut saya adalah cash flow keuangan, obat kurang karena persoalan keuangan. Jadi dokter Renny kita tempatkan, jabatan organiknya sebagai Wadir Administrasi dan Keuangan, juga kita posisikan sebagai Pelaksana Tugas Direktur,” terang Taufan Pawe, Wali Kota Parepare usai melantik dua Pejabat Administrator RSUD Andi Makkasau, Kamis, (8/6).

Taufan Pawe berharap dengan ditempatkannya dr Renny pada posisi tersebut dapat memperbaiki managemen dan tata kelola keuangan di rumah sakit.

“Mudah-mudahan bisa menjaga tata kelola keuangan rumah sakit dengan baik, makanya kita posisikan juga sebagai pelaksana tugas,” sambung Taufan.

Sementara itu, dr Renny usai berfoto bersama sejumlah rekan kerjanya menekankan, dalam waktu dekat akan memperbaiki cash flow keuangan rumah sakit.

“Dalam waktu dekat, kita akan memperbaiki cash flow karena sebagian besar pendapatan kita dari BPJS nah selama ini diklaim ke rumah sakit ini sangat terlambat sehinga mengganggu keuangan rumah sakit,” terang Renny, sapaan wanita bergelar Magister Kesehatan, Alumni Pasca Sarjana Unhas ini.

Untuk mewujudkan itu, dr Renny akan menerapkan metode Vedika (Verifikasi di Tempat). Melalui metode tersebut, pihaknya akan memangkas alur pelayanan dan waktu, yang selama ini menjadi biang permasalahan di rumah sakit rujukan tersebut.

“Nah ke depan kita akan menerapkan metode Vedika, Verifikasi di Kantor. Jadi ada sistem yang dipotong sehingga uang yang masuk ke rumah sakit tidak seperti dulu nanti dua bulan pelayanan uang baru masuk tapi ini pada bulan berikut sudah bisa masuk uang kita,” papar dokter yang mengaku bertugas sejak 2001 di RSUD Andi Makkasau ini.

Selain cash flow kata Renny, tata administrasi dan managemen juga akan diperbaiki secara bertahap. (nia)


Tag
div>