RABU , 13 DESEMBER 2017

Jadi Pemilih Pemula, 98 Purnawirawan Akan Diajari Cara Mencoblos

Reporter:

Editor:

niar

Rabu , 04 Oktober 2017 14:48
Jadi Pemilih Pemula, 98 Purnawirawan Akan Diajari Cara Mencoblos

int

PAREPARE, RAKSUL.COM- Dalam Rakor yang dilaksanakan KPUD Parepare, Rabu, (04/10/2017), terdata 98 personil TNI/Polri yang bekerja di wilayah Parepare akan memasuki masa pensiun hingga pelaksanaan Pilkada, pada 27 Juni 2018 mendatang.

Komisioner KPUD Parepare Divisi Program dan Data, Abdullah menguraikan, dari data yang disampaikan perwakilan TNI dan Polri yang hadir dalam Rapat Koordinasi (Rakor) yang diselenggarakan di Hotel Bukit Kenari, Rabu, (04/10/2017), tercatat 52 orang Polri yang memasuki Purna Bhakti dan 46 orang TNI.

“Data ini mulai setelah Pilpres sampai 27 Juni 2018. Kesemuanya itu masuk dalam kategori pemilih pemula karena baru kali pertama melakukan pencoblosan,” detail Abdullah, memaparkan.

Sementara, bagi purnawirawan TNI/Polri yang identitas kependudukannya tercatat di luar daerah, namun ingin menggunakan hak pilihnya di Parepare, maka pihak KPUD Parepare kata Abdullah, akan memfasilitasi melalui format A5 atau surat pindah memilih.

“Bagi purnawirawan yang ber-KTP di luar daerah, namun berdomisili di Parepare, maka kita akan fasilitasi lewat A5. Ini berlaku selama menggunakan KTP Elektronik di Sulsel. Mereka juga akan diberikan sosialisasi bagaimana cara mencoblos karena baru kali pertama menjadi pemilih,” ungkap Nur Nahdiyah, Ketua KPUD Parepare, menambahkan.

Untuk format A5, Nur Nahdiyah juga menginformasikan bagi Mahasiswa atau pendatang yang ingin menggunakan hak pilih pada Pilkada Parepare agar melapor ke KPUD agar segera didata.

“Jadi tidak ada alasan untuk tidak memilih, dan tidak sempat memilih karena kami akan berupaya untuk terus melakukan pemutakhiran data dan sosialisasi kepada semua lapisan,” tegas Nur Nahdiyah.

“Kami berharap rakor tadi ada catatan yang dibawa oleh para Lurah dan Camat untuk disosialisasikan, serta mengintensifkan data warganya masing-masing mengenai identitas kependudukan,”
pungkasnya. (Nia)


div>