SENIN , 24 SEPTEMBER 2018

Jadi Walikota Teladan, Danny Didapuk Berbagi Gagasan Pengelolaan Sampah

Reporter:

Editor:

doelbeckz

Selasa , 07 Maret 2017 12:02
Jadi Walikota Teladan, Danny Didapuk Berbagi Gagasan Pengelolaan Sampah

Walikota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto (kedua kanan) tampil sebagai salah satu pembicara diskusi nasional 'Mencari Alternatif Solusi Pengelolaan Sampah Perkotaan' di hotel JS Luawansa, Kuningan, Jakarta, Senin (7/3). foto: humas pemkot makassar

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Baru-baru ini sebuah predikat bergengsi nasional kembali disandang Walikota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto. Salah satu media besar nasional menobatkan Danny (sapaan akrab walikota) sebagai kepala daerah teladan tahun 2017 bersama sejumlah kepala daerah lainnya.

Berkat hal itu, Ia pun kembali diminta berbagi gagasan menjadi narasumber dalam Ngobrol Tempo bertajuk ‘Mencari Alternatif Solusi Pengelolaan Sampah Perkotaan’ di Hotel JS Luawansa, Kuningan, Jakarta, Senin (7/3).

Danny adalah satu-satunya walikota (kepala daerah) yang diminta hadir pada kegiatan tersebut, panel bersama beberapa narasumber lainnya dari Indonesian Solid Waste Association dan Kementerian Lingkungan Hidup RI di hadapan berbagai Organisasi dan Perusahaan yang bergerak di bidang persampahan.

“Salah satu media terbesar di Indonesia membuat suatu diskusi tataran kebijakan tentang pengolahan persampahan. Alhamdulillah, kami dipercaya menjadi narasumber membincang keberhasilan strategi mengelola persampahan yang diterapkan di Makassar,” jelas Danny.

Senada dengan itu, Kepala Bagian (Kabag) Humas Pemkot Makassar, Firman H Pagarra menyampaikan jika Walikota Makassar berbicara bagaimana Makassar dengan segala keterbatasan mampu mengelola sampah dengan baik menjadi sesuatu yang bernilai.

Diantaranya program Bank Sampah, Sampah Tukar Beras, TPA Bintang Lima, dan program strategis lainnya.

“Prinsip kita sampah akan menjadi sampah apabila tidak diangkut, diangkat dan tidak diolah. Namun, ia bisa bernilai ekonomis, serta tidak akan menjadi sampah apabila masyarakatnya tahu memperlakukannya setidaknya membuang sampah pada tempatnya,” jelas Firman. (***)


div>