SENIN , 24 SEPTEMBER 2018

Jadwal Seleksi CPNS 2018 Masih Tentatif, MenpanRB : Tunggu Selesai Rapat Lanjutan

Reporter:

Al Amin

Editor:

Iskanto

Minggu , 16 September 2018 18:30
Jadwal Seleksi CPNS 2018 Masih Tentatif, MenpanRB : Tunggu Selesai Rapat Lanjutan

Ilustrasi

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Komjen Pol Syafruddin mengaku bahwa kepastian jadwal resmi Seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2018 masih harus menunggu Rapat Koordinasi (Rakor) antara Badan Kepegawaian Negara (BKN) dengan Kementerian/Lembaga dan Pemerintah Daerah (Pemda).

Syafruddin saat ditemui di Masjid Nurul Alam, Jalan Sabutung Lama, Makassar Minggu (16/9), mengungkapkan bahwa Rakor tersebut dilaksanakan pada hari ini Senin (17/9/2018).

“Nanti kita lihat, karena akan ada rapat (Rakor) lanjutannya dimulai senin besok. Intinya masih fleksibel,” tegasnya¬† usai meresmikan Masjid Nurul Amal tersebut.

Belum jelasnya jadwal seleksi CPNS ini ditengarai masih banyaknya persoalan yang terjadi di setiap daerah, seperti tidak sesuai dllnya antara usulan Daerah dengan penetapan Menpan serta masalah teknis lainnya.

Meski begitu, kata Mantan Kapolda Kalimantan Selatan ini, bahwa sebelum ada keputusan di Rakor nanti, jadwal pendaftaran CPNS 2018 tetap pada rencana awal yakni 19 September.

“Untuk sementara masih tanggal 19 September. Tapi tunggu mi besok saat Rakor,” singkatnya.

Sebelumnya, Sekedar provinsi daerah (Sekprov) Sulsel, Tautoto Tana Ranggina mengatakan pihaknya hingga kini masih mengajukan ke MenpanRB terkait hasil rapat koordinasi antar BKD se-Sulsel pekan lalu. Hasil rakor itu merupakan revisi kebutuhan PNS setiap kabupaten dan kota di Sulsel.

“Kemarin dari hasil rapat kita, itu masih akan dibahas di Menpan, kita berharap usulan kita bisa diterima,” ucapnya.

Sejumlah masalah yang menjadi bahan pengusulan ulang Sulsel yakni terdapat beberapa daerah masih mempertanyakan yakni masih ada perbedaan antara formasi yang diusulkan dengan yang disepakati menpan.

“Itu terjadi di beberapa kabupaten di Sulsel, kalau Pemprov tidak ada, hanya saja kita masih mengusulkan agar menpan mempertimbangkan kuota Honorer K2 saja, meski memang kita ketahui¬† bahwa tidakundang-undang yang melandasi hal itu,” paparnya.

Diketahui, sejumlah daerah termasuk di Sulsel pegawai honorer Kategori Dua (K2)nya menggelar aksi mempertanyakan minimnya kuota untuk penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2018.

Apalagi persyaratan batas usia hingga 35 tahun bagi honorer K2 dinilai masih menyukitkan dan sangat dikeluhkan.

Terkait hal itu, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Komjen Pol Syafruddin mengatakan hal tersebut bukan maksud pemerintah untuk tidak memfasilitasi honorer K2 untuk menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN).

“Yang K2 itu ada langkah-langkahnya sendiri. Setelah penerimaan CPNS tahun ini akan ada lagi P3K (Pegawai Pemerintahan dengan Perjanjian Kerja),” ujarnya.

Menurutnya, segala upaya akan terus dilakukan untuk pegawai K2, kalaupun nantinya P3K masih tidak mampu menampung. Pihaknya akan buat perjanjian kerja dengan para lembaga kementerian dan Pemerintah Daerah. (*)


div>