SENIN , 10 DESEMBER 2018

Jaga Harga Diri Sulsel

Reporter:

Fahrullah - Iskanto - Ramlan

Editor:

asharabdullah

Senin , 25 Juni 2018 13:30
Jaga Harga Diri Sulsel

Dok. RakyatSulsel

– Lawan Cukong dan Kecurangan di Pilgub

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Isu cukong dan potensi curang menguat menjelang pemungutan suara Pilkada 2018. Harga diri Sulsel diuji, sebab suara rakyat tak bisa ditukar dengan duit.

Menguat dugaan modal politik untuk memenangkan paslon tertentu mengalir dari pengusaha di luar Sulsel. Sejumlah paslon kontestan Pilgub Sulsel mencium aroma potensi politik uang yang dikhawatirkan terjadi di masa tenang Pilkada, 24-26 Juni 2018.

Kepolisian, Bawaslu dan Sentra Penegak Hukum Terpadu (Gakumdu) Sulsel memastikan siap tegas menindak siapapun yang terindikasi terlibat money politics. Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Polisi Dicky Sondani, mengatakan, informasi dugaan cukong di Pilkada sementara ditelusuri kebenarannya.

“Ada Sentra Gakkumdu yang didalamnya terdapat polisi, jaksa dan Bawaslu. Mereka dipastikan bekerja menyikapi setiap dugaan pelanggaran pidana Pemilu,” ujarnya, Minggu (24/6) kemarin.

Money politics dipastikan Dicky akan diproses langsung jika ditemukan bukti dan atau fakta-fakta kuat, semisal ditemukan dalam operasi tangkap tangan (OTT). Sementara yang baru bersifat informasi, akan dilakukan penelusuran klarifikasi dan mengumpulkan bukti-bukti awal jika ditengarai ada indikasi.

“Jika ada bukti kuat, maka ditingkatkan ke proses penyelidikan dan penyidikan,” jelas Dicky.

Jelang masa pemungutan suara, Polda Sulsel disebutkan Dicky, sementara fokus mengawal pengamanan Pilkada. Meski begitu, upaya pemanggilan saksi-saki yang mengetahui informasi dugaaan cukong tetap akan dilakukan usai masa pencoblosan jika dianggap dibutuhkan.

“Untuk sementara ini kita fokus dulu untuk proses pengamanan Pilkada, tapi itu sambil berjalanlah,” lanjutnya.

Pakar Hukum Universitas Muslim Indonesia (UMI) Prof Laode Husein, mengatakan, politik uang harus diperangi bersama. Pengawasan diimbau ditingkatkan sebagai antisipasi pencegahan karena adanya potensi semisal dugaan keterlibatan cukong di Pilgub.

“Tidak ada ampun untuk politik uang. Laporkan setiap ada indikasi, apalagi jika ada bukti kuat,” imbuhnya.

Pernyataan sejumlah paslon dan elite politik dinilai Prof Laode boleh dijadikan sebagai pintu masuk mengusut dugaan cukong. Terlebih karena informasi tersebut disampaikan secara terang, sehingga meluas diketahui publik.

Prof Laode yakin, Gakumdu dan kepolisian tidak tinggal diam menyikapi isu tersebut. Hanya, memerlukan bukti-bukti permulaan dalam meningkatkan proses penanganan kasus ke tingkat penyelidikan dan penyidikan.

Dihubungi terpisah, Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sulsel, Laode Arumahi, mengimbau masyarakat untuk melaporkan dugaan kejanggalan terutama saat masa tenang Pilkada. Bawaslu membentuk tim khusus yang bertugas melakukan pengawasan di semua kabupaten/kota di Sulsel.
“Masyarakat dilibatkan dalam tim untuk memperketat pengawasan,” katanya.

Ditegaskan Arumahi bahwa akan menindak siapapun yang terbukti melakukan praktik politik uang. “Cukong itukan hanya istilah, nah undang-undang itu mengatakan setiap orang. Jadi siapa yang melakukan, orang itu pelakunya,” tegasnya.

Merujuk UU No.10 Tahun 2016, Arumahi menegaskan, pemberi dan penerima uang dan atau materi untuk memengaruhi pemilih, terjerat sanksi hukuman minimal 3-6 tahun pidana penjara.

Isu dugaan cukong disuarakan sejumlah elite politik dan beberapa pasangan calon kontestan Pilgub Sulsel. Diantaranya diungkap langsung Cagub Agus Arifin Nu’mang, Cagub Ichsan Yasin Limpo dan Cawagub Azis Qahar Mudzakkar.

Modus politik uang pertama kali disuarakan Cagub Agus Arifin Nu’mang yang mengaku melihat kiriman delapan koper mencurigakan di Bandara Hasanuddin Makassar, pekan lalu. Siapa pemilik koper dan dikirimkan kemana, hingga kini masih misterius.

Sebelumya, politik berbiaya mahal diketahui publik menyusul beredarnya rekaman suara mirip Tanribali Lamo. Dalam video tersebut, TBL mengungkapkan mendapat tawaran menalangi mahar politik hingga Rp 45 miliar untuk bisa menjadi cawagub berpasangan dengan Nurdin Abdullah.

Cagub Ichsan Yasin Limpo (IYL) mengajak masyarakat untuk bersama memerangi cukong dan potensi kecurangan di Pilkada. Dalam kampanye terbuka di Lapangan Karebosi Makassar, Jumat (22/6), pelopor pendidikan gratis Sulsel ini mengatakan, menerima informasi adanya pengusaha di luar Sulsel yang berkeinginan membantu modal biaya politik paslon tertentu dalam memengaruhi pemilih.

“Saatnya kita lawan. Kami yakin rakyat Sulsel punya harga diri. Rakyat bersatu tak bisa dikalahkan,” imbuh Cagub nomor urut empat yang berpasangan dengan Andi Mudzakkar ini.

Cawagub Azis Qahar Mudzakkar ikut menyoal dugaan cukong di Pilkada. Ia memastikan bahwa duet NH-Azis tidak dimodali cukong, termasuk moda transportasi udara helikopter yang digunakannya saat masa kampanye.

“Ada juga calon lain yang pakai helikopter, tapi itu helikopter cukong kata Muchtar Ali Tompo,” sebut Azis.
Sebelumnya, anggota DPR RI Muchtar Ali Tompo saat orasi di kampanye akbar NH-Azis, menyinggung perihal cukong. Politikus Hanura ini mengimbau masyarakat untuk tidak memilih kandidat yang diduga menerima modal biaya politik dari pengusaha.

Sementara itu, juru bicara pasangan Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman, (NA-ASS), Haeruddin Nurman, meminta agar isu cukong tak dikaitkan dengan kandidatnya. “Apakah Pak Agus (Agus Arifin Nu’mang, red) menuduh siapa ini?, Apakah dia menuduh kami,” singkat Elu, sapaan Haeruddin Nurman, terpisah.

Menurut Elu, Agus semestinya memberikan penjelasan rinci terkait koper mencurigakan yang dilihatnya. “Koper itu tempatnya di Bandara. Tidak mendasar kalau calon gubernur menyebutkan itu,” katanya.

Jubir Agus – TBL, Andre Arif Bulu. mengatakan, isu cukong harus menjadi perhatian semua pihak untuk melakukan pengawasan di masa tenang. Baik kesaksian terkait koper mencurigakan maupun video mahar politik yang suaranya mirip TBL, disebutkan dia belum ada klarifikasi lanjut dari Agus dan TBL.

“Apa yang disampaikan itu bermakna bahwa dalam pilgub ini masyarakat jangan mau di beli, jangan mau di bayar, jangan mau ditipu aksi aksi money politik, karena harkat Sulsel dipertaruhkan,” kata Andre Arif Bulu. (*)


div>