SABTU , 23 JUNI 2018

Jaksa Bidik Panitia Pembebasan Lahan

Reporter:

Editor:

doelbeckz

Senin , 12 Juni 2017 13:12
Jaksa Bidik Panitia Pembebasan Lahan

Pekerja menyelesaikan pengecetan dinding underpass bandara, Jl Perintus Kemerdakaan Makassar, Sabtu (11/6). Tim penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulselbar terus mendalami kasus dugaan korupsi pembebasan lahan pembangunan jalan underpass simpang lima yang berada di Mandai, Makassar. foto: md fajar/rakyatsulsel.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Tim penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulselbar terus mendalami kasus dugaan korupsi pembebasan lahan pembangunan jalan underpass simpang lima di Mandai, Makassar. Kali ini pihak Kejati Sulsel menelusuri penyimpangan yang dilakukan tim panitia pembebasan lahan.

Bahkan sudah ada beberapa pejabat yang telah dimintai keterangannya terkait masalah pembebasan lahan. Tim penyidik menduga pembebasan lahan proyek jalan underpass Makassar disinyalir salah bayar.

Beberapa pejabat yang pernah dimintai keterangan antara lain yaitu Camat Biringkanaya, Andi Syahrum Makkuradde dan mantan Kasubag Pertanahan Pemkot Makassar Ahmad Rifai.

Pembebasan lahan tersebut dibayarkan dengan menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) dari Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Jalan Metropolitan Makassar (BJMM) sebesar Rp 10 miliar.

BJMM sebelumnya meminta kepada pihak Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar untuk menyediakan lahan untuk digunakan proyek pembangunan jalan underpass simpang lima. Selain itu, Pemkot Makassar diminta untuk melakukan inventarisasi lahan yang akan di bebaskan. Dengan membuat daftar nominatif.

Namun dalam pembayaran ganti rugi lahan tersebut penyidik telah menemukan adanya fakta dugaan salah bayar lahan yang telah dibebaskan oleh panitia pembebasan tanah yang nilai ditaksir mencapai Rp3 miliar lebih.

“Pemeriksaan serta pendalaman terhadap alat bukti masih terus dilakukan oleh penyelidik. Guna mengumpulkan bukti serta fakta-fakta di lapangan yang kuat,” ujar Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel diberitakan Rakyat Sulsel, Senin (12/6).

[NEXT-RASUL]

Ia mengatakan bahwa penyelidik masih terus berupaya mendalami peranan sejumlah pihak yang dianggap ada hubungan serta keterkaitan dalam proses pembebasan lahan tersebut.

“Termasuk tim panitia pembebasan lahannya yang juga kita masih dalami perannya semua,” ungkap Salahuddin

Sejauh ini kata Salahuddin, penyidik belum memastikan siapa-siapa saja pejabat yang disasar untuk dijadikan tersangka di kasus ini.

“Sejauh ini tim masih terus bekerja mengumpulkan bukti-bukti serta fakta-fakta di lapangan,” beber Salahuddin. (***)


div>