Senin, 21 Agustus 2017

Jaksa Harus Independen

Jumat , 11 Agustus 2017 14:57
Penulis : Armansyah
Editor   : doelbeckz
Ilustrasi.
Ilustrasi.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (Jampidum) Kejaksaan Agung, Noor Rochmad, menegaskan, jaksa harus independen. Dalam perwujudan keadilan, tidak boleh ada intervensi.

Hal tersebut disampaikan Noor Rochmad, saat menjadi pembicara seminar nasional, yang dilaksanakan Pusat Kajian Kejaksaan RI dan Universitas Hasanuddin (Unhas). Seminar bertajuk mewujudkan kemandirian peradilan dalam pembangunan hukum nasional, dilaksanakan Kamis (10/8).

“Hukum di Indonesia belum mampu sepenuhnya sempurna. Pasalnya, hukum masih terindikasi dengan intervensi kekuatan politik, modal, dan lainnya. Untuk mewujudkan hukum yang sempurna, dibutuhkan peran masyarakat,” kata Noor Rochmad.

Kendati demikian, lanjutnya, masyarakat tidak dijadikan alat sarana politik atau apapun. Independensi kejaksaan harus mampu membangun peradilan yang independen. Jaksa harus menjadi penegak hukum yang adil.

“Jangan sampai hukum dijadikan sebagai alat saja. Seperti dalam hal pilkada. Jika ada paslon yang kalah, ada yang saling lapor melapor, yang tujuannya untuk menjatuhkan. Padahal semestinya tidak,” ucapnya.

Ketua Ikatan Hakim Seluruh Indonesia ini menambahkan, sesungguhnya hukum pada hakikatnya berperan untuk mengantarkan masyarakat kepada kesejahteraan, bukan sebaliknya.

Sementara, Guru Besar Fakultas Hukum Unhas, Prof Syamsul Bachri, mengatakan, mewujudkan kemandirian lembaga peradilan, hakim harus memiliki integritas dan kepribadian yang tidak tercela. Dengan begitu, menjadi tonggak bagi terwujudnya peradilan yang mandiri dan bebas dari campur tangan siapapun.

“Adil dan berpengalaman dibidangnya,” tegasnya diberitakan Rakyat Sulsel, Jumat (11/8). (***)


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*