SABTU , 15 DESEMBER 2018

Jaksa Jemput Paksa, Danny Siapkan Pengganti

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Kamis , 07 April 2016 14:54
Jaksa Jemput Paksa, Danny Siapkan Pengganti

Kantor Kejaksaan Negeri Makassar di Jl Amanagappa, Makassar.

RakyatSulsel.com — Kejaksaan Negeri (Kejari) Makassar menjeput paksa Direktur Utama Perusahaan Daerah Rumah Potong Hewan (RPH) Makassar, Sudirman Lannurung, di kediamannya di Jalan Sukaria 1, Kecamatan Panakkukang, sekitar pukul 11.00 Wita, untuk dijebloskan ke lembaga Permasyarakat Kelas I Makassar, Rabu (6/4).

Kepala Kejaksaan Negeri Makassar, Deddy Suwardy Surachman mengatakan dijemput paksanya Direktur Utama RPH dikarenakan hasil putusan kasasi di tingkat Mahkamah Agung, jika Sudirman benar-benar bersalah.

“Salinan putusan dari Mahkamah Agung kemarin (Selasa 5/4) dan di dalam putusan kasasi tersebut, Sudirman dinyatakan terbukti bersalah dengan hukuman lima tahun penjara,” ujarnya.

Deddy menambahkan jika hukuman Sudirman bukan saja lima tahun kurungan, namun dijatuhi juga berupa denda sebesar Rp 200 juta subsider 6 bulan penjara dan dibebani membayar uang pengganti sebesar Rp 335 juta subsider 1 tahun penjara.

Sementara itu, pada saat pelaksaanan penjemputan paksa dilakukan oleh tim dari jaksa dari bidang intelijen dan bidang pidana khusus dan berlangsung kondusif. “Tidak ada perlawanan,” kata Kepala Seksi Intelijen Kejari Makassar, Andi Fajar Anugerah Setiawan

Fajar menerangkan melakukan pejemputan paksa terhadap Sudirman terkait kasus korupsi pengadaan sapi dan dana pengembangan usaha serta rehabilitasi sarana prasarana pelayanan Rumah Potong Hewan pada tahun anggaran 2006, 2009 dan 2010 dengan total anggaran proyek sebesar Rp 2,25 miliar. Namun berdasarkan audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan Sulsel, Sudirman merugikan negara Rp 1,6 miliar.

[NEXT-RASUL]

Namun sebelumnya Jaksa penuntut dari Kejari Makassar menuntut Sudirman 4 tahun penjara, denda Rp 50 juta dan subsider tiga bulan penjara terkait memberikan pinjaman usaha untuk pengadaan sapi kepada beberapa rekanan.

Namun sapi-sapi tersebut dinyatakan tidak ada dan proyek pengembangan usaha yang dianggarkan bertahap tidak terealisasi. Namun Majelis hakim yang diketuai oleh Sunarso akhirnya membebaskan Sudirman dari segala tuntutan dengan bebasnya jaksa melayangkan kasasi ke Mahkamah Agung dan akhirnya dinyatakan menang.

Sementara Wali Kota Makassar, Danny Pomanto, mengatakan dengan status terpidana yang menjerat Sudirman membuatnya secara otomatis dicopot dari jabatannya. “Sebagai pemerintah kami tegaskan tidak ada toleransi yang melakukan tindak pidana korupsi dan secara aturanya berhenti otomatis karena status hukumnya,” ungkapnya.
Wakil Wali Kota Makassar, Syamsu Rizal mengaku sangat prihatin atas kejadian tersebut. “Saya pikir selama ini aman-aman mi’, tapi ada kasus di RPH. Sedih melihat pasukan masuk pesantren,” terang Deng Ical–sapaan akrab Syamsu Rizal.

Meski dikatakan pasukannya masuk pesantren, Deng Ical mengatakan akan melakukan segala upaya dalam bentuk hukum untuk mengawal kasus bawahannya.

“Tentu langkah pengawalan hukum yaitu, kita siapkan tim atau melalui kabag hukum pemkot mengawal perkara ini,” terangnya.

Dia menambakan, untuk saat ini pihak hukum bekerja sesuai tupoksi. “Tapi kedepan kita akan lakukan pengawalan,” tambahnya.
(D)


div>