Sabtu, 29 April 2017

Jaksa Mengeluh Dipersulit Rutan Makassar

Jumat , 21 April 2017 10:34
Penulis : Muh Fahrullah
Editor   : doelbeckz
Ilustrasi.
Ilustrasi.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulselbar mengeluhkan sikap petugas Rumah Tahanan (Rutan) Klas I Makassar yang menolak memasukkan tahanan dalam rutan pada malam hari. Padahal, terdapat beberapa orang tahanan kasus dugaan tindak pidana korupsi yang disidang sore hari.

Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Sulselbar, Salahuddin, mengatakan, saat ini terdapat satu orang tahanan wanita menjalani persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Makassar yakni Sitti Rabiah. “Dari beberapa orang yang diduga terlibat dugaan korupsi saat ini sudah menjalankan persidangan,” katanya.

Namun sidang kasus tipikor di Pengadilan Negeri Makassar kerap digelar pada sore hari. Sehingga tahanan tersebut baru bisa pulang tengah malam. “Sidang Tipikor beberapa hari ini sudah sering dilakukan di sore hingga malam hari, bahkan ada yang baru selesai hingga jam 11 malam lewat,” ucapnya.

Menurut Salahuddin persidangan di malam hari tersebut menjadi kendala untuk para Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang harus mengembalikan para terdakwa ke dalam rutan dan lapas. “Bahkan kita diperintahkan untuk melapor ke kepala lapas, ini khusus di lapas, kalau tahanan laki-laki yang kita titipkan, petugasnya tidak mempersulit kita,” ujarnya.

Salahuddin melanjutkan setelah insiden tersebut, pihak lapas menyurat ke Kejati, agar tahanannya tidak dikembalikan pada waktu yang telah ditentukan. “Ada surat yang masuk, paling lambat tahan masuk pukul 7 malam, tapi tidak ada tembusannya ke pengadilan, seharusnya pengadilan juga harus tahu agar tahanan tidak tersiksa begitupula jaksa yang bertugas hingga malam hari,” ungkapnya.

Kepala Kantor Kementerian Hukum dan HAM Sulsel, Sahabuddin Kilkoda mengatakan peraturan di rumah tahanan memang seluruh ruangan dikunci pada pukul 17.00 dan tidak ada aktifitas yang lain.

“Seluruh ruangan dikunci di pukul 5 sore, tapi kalau masalah tahan yang proses persidangan tidak dibatasi dipulangkan yang jelas setelah sidang langsung dipulangkan, jangan dibawa jalan-jalan,” katanya. (***)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*