RABU , 12 DESEMBER 2018

Jangan Menyerah Menuntut Ilmu

Reporter:

get_the_user_login

Editor:

Ridwan Lallo

Minggu , 22 April 2018 21:11
Jangan Menyerah Menuntut Ilmu

Prof. Dr. Hj. Masrurah Mokhtar, MA

Hari Kartini yang diperingati tiap 21 April ternyata memberi makna tersendiri bagi Rektor Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, Prof. Dr. Hj. Masrurah Mokhtar, MA.

Menurutnya, maknanya bukan hanya sekadar mengenakan kebaya atau berdandan ala perempuan Jawa, mereka ternyata memaknai Hari Kartini sebagai ajang untuk membangkitkan semangat emansipasi wanita, untuk terus menuntut ilmu setinggi-tingginya, agar setara dengan kaum laki-laki.

Dijelaskan bahwa memang perempuan Indonesia tidak bisa lepas dari sosok Raden Ajeng Kartini yang telah menyumbangkan pemikiran-pemikiran untuk kemajuang bangsa Indonesia, khususnya untuk kaum perempuan. Namun, jika seorang Kartini tidak memiliki ilmu, itu sama saja tidak sejalan dengan perjuangan RA Kartini yang bertekad ingin mencerdaskan kaum perempuan.

“Memaknai Hari Kartini bagi saya adalah perempuan harus bisa berkiprah di mana pun. Jika ada peluang, kita harus bisa memanfaatkan peluang tersebut dan menggali potensi yang ada dalam diri kita” katanya.

Menurut Masrurah, ia ingin perempuan itu betul-betul maju mendapatkan haknya, karena memang pendidikannya, bukan karena dia istri gubernur, walikota atau istri pejabat.

“Untuk itu, saya mengimbau kemajuan seorang perempuan terletak pada pendidikannya, karena apapun yang disandangnya kalau tanpa pendidikan, mereka tidak bisa bersaing dengan orang-orang luar serta kaum laki -laki,” katanya.

Ibu dari empat orang anak ini mengaku bangga karena saat ini, perempuan Indonesia sudah semakin maju, Hal tersebut terlihat di Universitras Muslim Indonesia (UMI) dimana dari 13 fakultas lebih banyak tenaga pengajar perempuan dibanding laki-laki, “Sekitar 30 persen laki-laki dan 70 persen perempuan,” jelasnya.

“Melihat kondisi itu, saya gembira sekali bahwa saat ini perempuan Indonesia sudah sadar betul, sudah melek bahwa mereka harus terus meningkatkan pendidikannya,” tambahnya.

Khususnya di Sulsel, lanjut Masrurah, pendidikan perempuan jauh lebih maju. Terbukti ketika dia mengikuti suatu acara di Australia, ada enam rektor dari Sulsel yang hadir. Dengan kondisi itu menandakan bahwa kartini-kartini dari Sulsel sudah semakin maju. Kemajuan pendidikan mereka bukan karena ada embel-embel suami di belakangnya.

Pesannya di Hari Kartini ini, ia mengajak kartini-kartini muda, ayo menuntut ilmu, jangan berhenti karena alasan sudah berkeluarga atau karena ada anak yang masih kecil.

“Contohnya saya ketika kuliah sudah punya anak empat yang masih kecil. Intinya, dalam melaksanakan semua pekerjaaan, kita harus selalu ikhlas, dan enjoy. Jangan banyak mengeluh, karena jika kita ikhlas menjalankan tugas-tugas kita, maka hidup kita pun terasa tenang dan ringan melaksanakan tugas itu,” katanya. (*)

Oleh: Prof. Dr. Hj. Masrurah Mokhtar, MA
Rektor Universitas Muslim Indonesia


div>