MINGGU , 18 NOVEMBER 2018

Jangan Terlena Hasil Survei

Reporter:

Suryadi Maswatu

Editor:

Iskanto

Selasa , 09 Oktober 2018 08:20
Jangan Terlena Hasil Survei

ilustrasi-survei

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Lembaga survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) baru-baru ini merilis trend elektabilitas pasangan calon presiden dan wakil presiden.

Hasilnya, pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin masih unggul jauh dibandingkan rivalnya, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Pasangan yang diusung sembilan partai politik ini meraih 60,4 persen. Sementara Prabowo-Sandiaga Uno hanya meraih 29,8 persen. Meski demikian, para pendukung diminta untuk tidak terlena dengan hasil survei tersebut.
Sekretaris PDIP Sulsel, Rudy Pieter Goni mengatakan, hasil riset tersebut akan menjadi cerminan untuk terus melakukan sosialisasi.

“Bagi kami hasil survei itu sebagai tolak ukur dan cerminan untuk terus bekerja mensosialisasikan program Jokowi di Sulsel. Jadi jangan terlena,” ujarnya, Senin (8/10).

Anggota DPRD Sulsel itu menyatakan jika seluruh partai koalisi akan terus melakukan yang terbaik guna meraih simpati masyarakat demi menggapai kemenangan di 2019. “Hal ini akan memacu kerja kami ke depan. Apalagi dengan slogan Jokowi dua periode,” jelasnya.

Direktorat Komunikasi Politik TKW Sulsel Jokowi-Maruf, M Rajab meminta seluruh tim di Sulsel tidak lengah dengan hasil survei itu.

“Bagi Tim Jokowi-Maruf untuk tidak lengah dengan hasil survei ini. Kerja keras tim tetap harus dipacu untuk mendapatkan dukungan dari masyarakat. Sebab, Pilpres masih menyisakan beberapa bulan lagi,” kata Rajab.

Menurut Rajab, hasil survei itu mesti dijadikan acuan pemetaan awal untuk kerja-kerja politik yang lebih cerdas kedepan. “Saat ini masyarakat merdeka dalam menentukan pilihannya. Masyarakat bisa menilai individu dan kinerja individu dalam pemerintahan,” tambah Rajab.

Kata dia, Jokowi-Ma’ruf dianggap memiliki kemampuan dan karakter yang bisa membawa bangsa Indonesia lebih maju. Apalagi, Presiden Jokowi selama kepemimpinannya, menunjukkan kinerja yang sangat baik. Baik di bidang infrastruktur maupun di bidang lainnya.

“Bahkan, keluarga Presiden Jokowi bisa menjadi contoh keluarga yang bisa menahan diri ketika bapaknya memegang kekuasaan. Istri dan anak-anak pak Jokowi tidak mengambil kesempatan memanfaatkan kekuasaan bapaknya,” jelas legislator DPRD Sulsel dari fraksi NasDem ini.

“Hal ini berbanding terbalik dengan beberapa pemimpin, baik di level nasional, maupun di level daerah,” pungkas Rajab.

Sementara Politisi Gerindra Sulsel, Andry Arief Bulu menyebutkan, hasil survei tersebut masih sangat mentah dari segi pengenalan pasangan kandidat dan program.

“Jadi survei itu masih sangat mentah dari segi pengenalan pasangan kandidat dan program,” ujarnya.

Menurut dia, pihaknya tak menanggapi secara dalam karena saat itu pasangan capres dan cawapres belum ditetapkan KPU.

“Perlu diperhatikan adalah tanggal survei SMRC, itu dilakukan tanggal 7-14 September 2018, di waktu tersebut belum ada capres-cawapres yang di tetapkan KPU, begitu pula dengan tim pemenangan,” kata Andry Arief Bulu.

Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo- Sandi ini menegaskan akan terus melakukan kerja dan sosialisasi guna menaikkan elektabilitas Prabowo-Sandi.

“Masih ada beberapa bulan. Kami yakin dengan strategi kami, Prabowo Sandi akan leading di akhir nanti,” jelasnya.

Terpisah, Pakar Politik Unibos Makassar, Arif Wicaksono mengatakan, partai koalisi Prabowo-Sandi harus kerja keras untuk mengejar ketertinggalan.

Salah satu strategi yang harus dilakukan adalah tim harus turun langsung bertemu dan menyampaikan program juga pengenalan capres ke masyarakat.

“Untuk mengejar ketertinggalan berdasarkan survei terakhir, saya pikir pasangan Prabowo-Sandi harus melakukan kerja keras,” katanya. (*)


div>