MINGGU , 19 AGUSTUS 2018

Jangankan Laporan Kerugian BRT, Perum Damri Tidak Pernah Berkoordinasi

Reporter:

Editor:

Azis Kuba

Selasa , 15 September 2015 20:39

MAKASSAR,RAKYATSULSEL.COM – Sekretaris Daerah Provinsi (Sekprov) Sulawesi Selatan (Sulsel) Abdul Latif mengimbau laporan kerugian operasional Bus Rapid Transit (BRT) segera dilaporkan.

Ia pun mengaku sejak BRT diluncurkan, pihak Damri belum pernah berkoordinasi dengan pihak Pemerintah Provinsi.

“Mana laporannya? Mari kita bicarakan baik-baik. Ruginya dimana? Kurang penumpang? Mari kita selesaikan dan cari jalan keluarnya,” ujarnya, Selasa (15/9).

Sementara GM Perum Damri Makassar Ilyas Harianto mengkonfirmasi akan melaporkan laporan operasional Damri bulan ini.

“Beliau (Sekprov Sulsel Abdul Latif) sudah menunggu. Cuman saya masih ada urusan haji, jadi belum sempat menghadap. Mungkin setelah fase pertama haji selesai bulan ini,” jelasnya saat dihubungi melalui telepon, Selasa (15/9).

Termasuk masalah sosialisasi BRT ke media, kata dia, akan dibicarakan dalam pertemuan tersebut.

Dia juga mengungkapkan kerugian Damri saat ini masih fluktuatif. Sampai kemarin, kata dia, Damri rugi hingga tiga juta per hari. Namun, saat ini sudah menurun hingga dua jutaan per hari.

Menurutnya, solusi dari permasalahan tersebut adalah menambah armada tiga sampai empat per hari. Bahkan, Minggu, Damri bisa turunkan sampai lima armada.

“Semakin banyak amada, semakin banyak orang yang naik,” katanya.

Sehingga, lanjut Ilyas, interval waktu menunggu penumpang tidak terlalu lama. “Intervalnya yang dipercepat”, pungkasnya.


div>