RABU , 14 NOVEMBER 2018

Janji Kejati Tangkap Jen Tang Hanya Isapan Jempol

Reporter:

Irsal

Editor:

asharabdullah

Sabtu , 03 Februari 2018 13:00
Janji Kejati Tangkap Jen Tang Hanya Isapan Jempol

Jen Tang (int)

*ACC Sebut Itu Sekadar Pencitraan

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Memasuki bulan kedua perburuan tersangka Daftar Pencarian Orang (DPO) Soedirjo Aliman alias Jen ta ng oleh Kejaksaan Tinggi Sulsel belum juga menemukan hasil.

Janji Mantan Kepala Kejaksaan Tinggi Sulsel, Jan Maringka untuk menangkap tersangka Jen tang dianggap sebagai sebuah kegagalan, pasalnya Jan saat itu bertaruh jabatan, dan mengaku posisi barunya sebagai Jamintel Kejaksaan Agung dapat dimanfaatkannya nanti untuk menciduk sang DPO.

Tak tanggung tanggung Jan kala itu mengaku akan melibatkan interpol guna mengejar Jen Tang, namun sayang hingga kini, Jan Maringka malah adem anyem dan pergi menyisakan pekerjaan rumah untuk Bidang Tindak Pidana Khusus Kejati Sulsel, tanpa ada satupun upaya berarti yang dilakukan.

Anti Corruption Commitee (ACC-Sulawesi) melalui Wakil Kepala Badan Pekerjanya, Abd Kadir Wokanubun menganggap jika dilihat dari skemanya, memang Jan hanya sekedar pencitraan belaka, terlebih saat itu ia kelihatannya ingin membangun opini publik untuk jabatan Kejati Sulsel yang ditinggalkannya.

Kata Kadir, harusnya sebagai pejabat Kejaksaan, Jan Maringka yang telah membuat janji pada masyarakat sulsel tersebut harusnya bertanggung jawab, minimal melakukan upaya untuk mencari informasi keberadaan sang Tersangka kasus TPPU sewa lahan negara di Kelurahan Buloa, Kota Makassar.

“Pak Jan Maringka kan sudah dengan jelas mempertaruhkan Jabatan barunya, katanya tidak sulit menghadirkan Jen Tang, katanya ia memiliki beberapa catatan keberhasilan dalam menangkap DPO, tapi kan sampai sekarang Jen Tang justru tidak diketahui keberadaannya, nah inikan harusnya jadi kegagalan dan bentuk ingkar janji dari pak Jan, dan semakin malu lagi, karena jabatan baru yang dipertaruhkan adalah sebagai atasan Badan Intelejen Kejaksaan Agung RI,” Cetusnya

Menurutnya paling tidak ada langkah yang dilakukan untuk mengejar keberadaan sang DPO, misalnya sebut Kadir, meminta keluarga tersangka untuk memberitahukan keberadaan tersangka atau paling tidak membujuk tersangka untuk menyerahkan diri. atau misalnya menjalankan kerja kerja intelejen.

“kan harusnya begitu, tapi langkah itu juga tidak dilakukan, masa iya keluarga tersangka tidak tau,” sebutnya

Selain itu menurut Kadir, Kejaksaan Tinggi memang selama ini tidak pernah bekerja serius, sebab jika memang ada kerja, yah paling tidak, mereka bisa memastikan Jen Tang memang tidak berada di Makassar, tapikan penegasan itu juga sampai sekarang tidak ada.

Sementara Dikonfirmasi Kasipenerangan Hukum Kejaksaan Tinggi Sulsel, Salahuddin mengaku persoalan Jen-tang sejauh ini sudah diupayakan, hanya saja kata dia, memang belum ada informasi terkait keberadaan sang DPO.

“kita tidak mungkin membiarkan ada DPO berkeliaran, lagian DPO itu tidak akan gugur dimanapun dia berada, nah terkait soal keluarga yang bersangkutan, kita juga sudah upayakan, kita minta agar memberi tahu, tapi kita tidak punya kewenangan untuk memaksa, yah kalau tidak mau mengungkap tentu strategi lain akan kita lakukan,” Ujarnya

Salahuddin mengaku, saat ini persoalan strategi penyidik adalah urusan penyidik dan intel, sehingga persoalan tersebut bukanlah untuk disampaikan kepublik.

“Namanya strategi, yah mana bisa disampaikan pada publik, nah bisa bisa melalui berita, DPO yang punya relasi cukup luas bisa mengetahui dan lagi lagi lolos,”

Ditanyai terkait jaminan ditangkapnya Jen Tang, ia enggan berkomentar banyak, namun ia mengaku pihaknya tetap bekerja serta meminta dengan segera pada DPO Soedirjo Aliman agar menyerahkan diri secepatnya. (*)


div>