KAMIS , 16 AGUSTUS 2018

Januari, Pemkot Target Relokasi PKL

Reporter:

Armansyah

Editor:

asharabdullah

Rabu , 27 Desember 2017 12:55
Januari, Pemkot Target Relokasi PKL

Suasana pengerjaan proyek PK5 Centre Karebosi, Jl Kartini Makassar,. dok/rakyatsulsel.

* Danny Hindari Politisasi PKL Center

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar berjanji bakal merelokasi seluruh Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berada di pinggir jalan-jalan Kota Makassar ke PKL Center pada Januari 2018 mendatang.

Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto mengatakan, pihaknya tidak ingin tergesa-gesa untuk memindahkan seluruh PKL.

“Kita sudah beri solusi dengan PKL Center, semua PKL kita sosialisasikan, mereka tahu akan pindah, tinggal waktunya saja, kita persiapkan Januari, kalau bisa masuk Januari, kita masukkan,” ucap Danny sapaan wali kota, Selasa (26/12) kemarin.

Ia mengaku tidak ingin tergesa-gesa karena ingin menyempurnakan sistem dalam PKL center tersebut. “Kita ingin membuat sistem yang bagus, saya tidak ingin relokasi ini dipolitisir, biar selesai pilkada baru kita masukan di 5 PKL Center,” ucap Danny.

Ia menyebutkan, jumlah PKL yang berada di pinggir jalan sudah mencapai 3.500 PKL. Sementara, tiap PKL Center diestimasi menampung 300 PKL. Sehingga, lima titik PKL Center hanya bisa menampung 1500 PKL.

“Kita punya PKL di Jl kartini, Jl Nikel, Jl Metro Tanjung Bunga, Jl Antang dan Jl Hertasning dekat Rujab Wagub. Kita berikan gratis. Tapi listrik, air dan keamanan mereka bayar,” lanjutnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas PU, Muh Ansar mengatakan, awal tahun depan pihaknya baru akan melakukan tender untuk pengerjaan dua PKL Center yang terletak di Jl Nikel Raya dan Jl Metro Tanjung Bunga.

“Awal tahun depan, pertama kita tender PKL Center di Jl Metro Tanjung Bunga, sebulan kemudian baru kita tender yang di Jl Nikel Raya,” kata Ansar.

Dinas PU telah menyiapkan anggaran sekira Rp 20 miliar untuk pembangunan tiga PKL Center. Anggaran ini masing-masing dialokasikan untuk PKL Center di Jl Nikel Raya sebesar Rp6,84 miliar, Jl Metro Tanjung Bunga senilai Rp7,05 miliar, dan Jl Tamangapa sebesar Rp5,87 miliar.

Namun, untuk pembangunan PKL Center di Jl Tamangapa pihaknya menunda pembangunan tersebut karena lahan belum siap dan masih perlu banyak kajian sehingga gagal terealisasi.
“Tamangapa kita pending, ada banyak faktor kita mau evaluasi dulu apalagi di Tamangapa kesiapan lahan belum fix,” ungkap Anshar.

Rencananya, PKL Center yang berdiri di kawasan Jl Metro Tanjung Bunga bisa menampung sekira 200 hingga 250 lapak pedagang. Sementara, di Jl Nikel Raya bisa menampung sekira 200 pedagang. (*)


div>