SENIN , 18 JUNI 2018

Jaringan Teroris Makassar Ditangkap

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Minggu , 16 September 2012 12:10
Jaringan Teroris Makassar Ditangkap

Salah seorang tersangka teroris, S, menggunakan baju kemeja berwarna krem dengan sandal jepit saat akan diterbangkan ke Jakarta dari Bandara Pattimura, Ambon, Sabtu (15/9) siang.

Salah seorang tersangka teroris, S, menggunakan baju kemeja berwarna krem dengan sandal jepit saat akan diterbangkan ke Jakarta dari Bandara Pattimura, Ambon, Sabtu (15/9) siang.

RAKYAT SULSEL . MAKASSAR – Jaringan teroris yang ada Sulawesi Selatan, khususnya di Makassar mulai terendus oleh aparat kepolisian. Itu setelah tertangkapnya tiga tersangka teroris di Ambon oleh aparat Densus 88 dan Polda Ambon di Maluku.

Dari tiga terduga teroris yang diamankan di Maluku, salah seorang diantaranya mengaku sebagai jaringan di Makassar. Hal ini pun membuat aparat Polda Sulsel bergerak cepat dengan melakukan penyelidikan.

Kapolda Sulsel Irjen Pol Mudji Waluyo yang dikonfirmasi, Minggu (15/9) malam mengatakan, pihaknya sudah melakukan penyelidikan terkait dugaan adanya jaringan teroris di Makassar. Petugas langsung diturunkan guna mencari para terduga lainnya.

“Sementara masih dalam penyelidikan. Anggota sudah turun ke lapangan,” ujarnya malam tadi.

Mudji menjelaskan, informasi mengenai adanya jaringan Makassar yang ditangkap di Maluku sudah diketahui sebelumnya. Maka dari itu, pihaknya segera menindaklanjutinya dengan cepat.

Adapun bentuk antisipasi yang dilakukan, kata dia, dengan mengintensifkan razia di sejumlah wilayah di Sulawesi Selatan. “Kita makin mengintensifkan razia kendaraan untuk memperkecil ruang gerak para teroris itu,” tandasnya.

Sementara Wakil Kepala Kepolisian Daerah Maluku Komisaris Besar Hary Prasetyo mengungkapkan, sejumlah tersangka teroris yang ditangkap tim antiteror Detasemen Khusus (Densus) 88 Mabes Polri, di Ambon dan Tual, Provinsi Maluku, memiliki jaringan dengan kelompok teroris Indonesia timur di Makassar.

“Soal jaringan nanti dikembangkan lagi apakah mereka punya hubungan dengan jaringan lain apa tidak, tapi mereka ini punya jaringan dengan kelompok Makassar,” kata Wakapolda kepada sejumlah wartawan saat menggelar konferensi pers di Mapolda Maluku, Sabtu (15/9).

Hary mengakui, dari hasil penyelidikan, W selama ini berperan sebagai penghubung antarjaringan seperti dengan kelompok Makassar dan seterusnya. I berperan sebagai pemasok senjata dan S berperan sebagai perantara.

Hary juga mengatakan, ketiga tersangka teroris ini mempunyai target tertentu di Ambon. Namun, Hary mengaku tidak bisa menjelaskan secara detail apa target mereka tersebut.

Seusai ditetapkan sebagai tersangka, ketiganya langsung diterbangkan ke Jakarta demi kepentingan pengembangan lebih lanjut. “Mereka akan dibawa ke Mabes Polri untuk pengembangan selanjutnya, dan mungkin juga terkait adanya pelatihan militer,” ungkap Hary.

 

Selain membawa ketiganya, Densus 88 juga membawa sejumlah barang bukti berupa senjata, amunisi, dan dokumen lainnya ke Jakarta. “Sebagian barang bukti juga dibawa Densus ke Jakarta dan sebagian lainnya tetap diamankan di sini,” ujarnya.

Hary juga mengakui, selama operasi digelar, Polda Maluku tugasnya hanya membantu Mabes Polri melalui Densus 88 karena semua penanganan kasus tersebut menjadi kewenangan Mabes Polri. “Kita di Polda tugasnya mendukung dan membantu kerja Densus saja, semua penanganannya langsung dari Mabes Polri,” jelasnya.

Tiga tersangka teroris itu kemarin diterbangkan ke Jakarta melalui Bandara internasional Pattimura, Ambon.

Saat dibawa, ketiganya tidak menggunakan penutup wajah, begitu pun dengan anggota tim Densus 88, yang hanya menggunakan pakaian preman dan berkacamata hitam, juga tanpa senjata laras panjang.

W terlihat menggunakan kaus oblong berwarna biru, S menggunakan baju kemeja berwarna krem, dan I menggunakan kaus oblong berwarna coklat. Ketiganya hanya menggunakan sandal jepit.

Ketiganya diterbangkan ke Jakarta dengan menggunakan pesawat Lion Air pada pukul 12.30 WIT dengan nomor penerbangan 887. Mereka mendapat kursi di deret paling belakang dengan nomor tempat duduk 35, 36, dan 37.

Herry mengatakan, ketiganya dibawa ke Jakarta untuk penyelidikan lebih lanjut. “Mereka dibawa ke Jakarta untuk kepentingan pengembangan kasus ini,” katanya.

Dia mengakui, selain membawa ketiganya, Densus 88 juga membawa serta sejumlah barang bukti lainnya yang berhasil disita saat penggeledahan beberapa waktu lalu.

Ketiganya sebelumnya ditangkap oleh Densus 88 di sejumlah tempat berbeda. I ditangkap di rumahnya di kawasan Gunung Malintang, Batu Merah, Ambon; S ditangkap di kawasan Kampung Ihu, Batu Merah, Ambon; dan W ditangkap di kawasan Dula Darat, Kecamatan Dula Utara, Tual. Ketiganya ditangkap terkait kepemilikan dua pucuk senjata api organik, tujuh magasin, satu buah granat nanas berikut pelontarnya, serta ribuan amunisi.

Terkait ditemukannya sel jaringan terorisme di Ambon yang hasil pengakuannya merupakan jaringan terorisme dari Makassar, membuat pengamat terorisme, intelegen, dan keamanan internasional dari Universitas Hasanuddin Agussalim S.IP MIRAP angkat bicara. Dosen jurusan HI ini meminta kepada semua pihak yang terkait menangani masalah terorisme agar melihat pada kepentingan nasional, bukanlah pada agenda keamanan kepentingan asing. Menurutnya, pihak yang menangani masalah ini, mesti lepas dari intervensi asing.

“Hal ini tercermin dari gejala terorisme yang hadir selama ini merupakan bagian dari agenda keamanan asing, yang kejadiannya di Indonesia,” terangnya kepada Rakyat Sulsel, semalam (15/6).

Lanjutnya, bahwa istilah terorisme itu memiliki definisi yang terbuka. Terorime bagi suatu negara belum tentu menjadi terorisme bagi negara yang lain. Dalam hal ini Agus juga mengingatkan bahwa pendekatan dalam menanggulangi terorisme tidaklah dengan metodologi refresif semata, namun mesti dikedepankan adalah metodologi pendekatan sosiologis atau pendekatan lain.

Dia juga mengharapkan, penemuan sel jaringan terorisme ini dipelajari lebih jauh. “Sebab salah satu faktor utama hadirnya terorime itu melalui psikologis dan sosiologis agen terorisme ynag bersangkutan,” urainya.

Namun, dirinya menilai dari semua penemuan yang ada, pihak Densus 88 atau pihak intelegent telah bekerja dengan maksimal. (RS11-her-kcm/D)


Tag
div>