RABU , 21 NOVEMBER 2018

JAS Yakin Unggul di Debat Terakhir

Reporter:

Editor:

Ridwan Lallo

Rabu , 06 Juni 2018 22:49
JAS Yakin Unggul di Debat Terakhir

Jamaluddin Jafar Jerre-Andi Sofyan Nawir (JAS).

PINRANG, RAKYATSULSEL.COM – Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Pinrang, Jamaluddin Jafar Jerre-Andi Sofyan Nawir (JAS) siap tampil pada debat terakhir Pilkada Pinrang yang akan di gelar 9 Juni mendatang di Hotel Four Point by Sheraton Makassar.

Pasangan yang mengusung tagline “Membangun Desa Menata Kota” itu bahkan yakin unggul dalam debat terkahir tersebut.

“Kami yakin bisa mengungguli kandidat lainnya,” ujar Jamaluddin Jafar Jerre.

Debat kandidat itu sendiri mengusung tema “Percepatan Pembangunan infrastruktur yang ramah, terjangkau dan dapat diakses semua kalangan masyarakat”.

Menurut Triple J–sapaan akrab Jamaluddin Jafar Jerre, dirinya bersama Andi Sofyan Nawir telah menghadirkan program peningkatan insfrastruktur jalan, jembatan, irigasi dan jalan tani.

“Karena sudah ada dalam program kami, jadi kami optimis unggul,” jelasnya.

Ia mengatakan, akan ada banyak yang diperhatikan dalam pembangunan dan perbaikan infrastruktur jalan ini. Sebab masih banyak jalan yang belum merata dan dinikmati oleh warga Kabupaten Pinrang.

“Masyarakat kan kalau bagus jalanannya pasti nyaman untuk beraktifitas. Apalagi, jalan yang layak masih kurang terutama di daerah pelosok yang sangat membutuhkan perhatian khusus,” kata dia.

Ia menambahkan, jalan adalah hal utama untuk menghubungkan antar daerah ataupun wilayah. Jalan juga menjadi pendukung utama dalam pembangunan ekonomi, karena dengan bagusnya jalan maka lalu lintas barang dan jasa akan semakin meningkat.

‚ÄúDengan jalan yang bagus mulus tentunya perekonomian suatu daerah akan mengalami pergerakan yang pesat, itulah mengapa jalan penting diutamakan,” jelas Triple J.

Selain itu, untuk menyokong potensi pertanian, JAS juga menghadirkan pembangunan irigasi dan jalan tani yang memadai. Menurut Triple J, akses jalan tani menjadi penunjang utama yang wajib dipenuhi. Sebab, infrastrukturnya masih menjadi kendala petani dalam mengoptimalkan hasil produksi. (*)


div>