RABU , 19 DESEMBER 2018

Jasa Raharja Bayar Klaim Rp91,8 Miliar

Reporter:

Lukman

Editor:

Selasa , 06 Februari 2018 09:00
Jasa Raharja Bayar Klaim Rp91,8 Miliar

Muhammad Sabir

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Memberikan santunan kepada korban kecelakaan di Indonesia telah menjadi kewajiban pemerintah melalui Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Pembayaran santunan selama ini dipercayakan kepada PT Jasa Raharja (Persero) yang telah bekerja sama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

Kepala Cabang PT Jasa Raharja Makassar, Jahja Joellami melaluI humasnya, Muhammad Sabir, Senin (5/1), menyatakan, pihaknya berekomitmen melakukan pembayaran santunan atas klaim atas korban kecelakaan darat, laut, dan udara.

Perusahaan milik pemerintah ini bekerja sama dengan BPJS juga untuk pembayaran santunan sesuai nominal yang ditentukan dalam peraturan perundang-undangan.

PT Jasa Raharja membayar santunan sesuai dengan UU Nomor 33 Tahun 1964 tentang Dana Pertangungan Wajib Kecelakaan Penumpang dan UU Nomor 34 Tahun 1964 tentang Dana Pertangungan Wajib Kecelakaan Lalu Lintas Jalan.

Bentuk kerja sama dengan BPJS Kesehatan, yakni pembayaran sesuai ketentuan Rp50 juta bagi korban meninggal dunia, Rp50 juta bagi korban cacat tetap, Rp20 juta-Rp25 juta perawatan, Rp500.000 biaya ambulance, Rp1 juta biaya P3K, dan Rp4 juta biaya penguburan. Apabila, melebihi ketentuan tersebut maka PT Jasa Raharja yang membayar sisanya.

Sepanjang 2017, PT Jasa Raharja dan BPJS Kesehatan telah mengklaim biaya korban laka sebesar Rp91.842.122.000 atau meningkat dibandingkan 2016 yang senilai Rp63.966.227.000.

Sabir menuturkan, peningkatan ini disebabkan pemerintah menaikkan 100 persen biaya santunan ditambah kesadaran masyarakat yang melakukan klaim apabila mengalami kecelakaan dan pro aktif petugas PT Jasa Raharja menjemput bola di rumah sakit atau informasi yang diperoleh.

Ia menambahkan, saat ini perusahaan BUMN ini bekerja sama pula dengan sejumlah rumah sakit di Sulsel dan Sulbar yang menjadi wilayah kerjanya.

Ketentuan pembayaran santunan bagi korban kecelakaan adalah utamanya laporan polisi dan KTP serta ahli waris bagi korban meninggal dunia dan bukan kecelakaan tunggal (kendaraan pribadi).

Sedangkan kecelakaan tunggal bagi kendaraan umum (plat kuning) tetap dibayarkan meskipun kecelakaan tunggal karena penumpangnya telah membayar pajak kepada jasa raharja melalui tiket yang dimiliki melalui pemilik kendaraan.

Pada kesempatan itu pula, Sabir mengajak masyarakat secepatnya melaporkan kecelakaan yang dialami kepada kepolisian yang menjadi syarat utama mendapatkan santunan dari BPJS dan PT Jasa Raharja.

Hal ini terus digaungkan perusahaan ini, melalui sosialisasi atau edukasi kepada masyarakat selama ini. Pembayaran santunan juga diberikan kepada korban yang berada di luar kendaraan misalnya pejalan kaki. (*)


div>