SELASA , 12 DESEMBER 2017

Jauh Meleset di Pilgub Jakarta, Kredibiltas LPP UI Meragukan?

Reporter:

Editor:

asharabdullah

Senin , 16 Oktober 2017 12:30
Jauh Meleset di Pilgub Jakarta, Kredibiltas LPP UI Meragukan?

(ist)

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Lembaga survei Laboratorium Psikologi Politik Universitas Indonesia (LPP UI) merilis hasil survei untuk Pilgub Sulsel 2018, di Hotel Arya Duta, Jalan Penghibur, Makassar, Minggu (15/10/2017) kemarin.

Lembaga survei milik Hamdi Muluk itu merilis temuan survei dengan pertanyaan terbuka (top of mind), terkait siapa yang layak menjadi Gubernur Sulsel. Dan Nurdin Abdullah, berdasarkan survei LPP itu, unggul atas kandidat lain.

Bahkan, keunggulan Nurdin Abdullah yang baru saja melepas Tanribali Lamo dan menggantinya dengan Sudirman Sulaiman sebagai calon wakil, dikatakan cukup jauh.

Tapi, hasil survei LPP ini masih bisa diperdebatkan tingkat keakuratannya. Faktanya, adalah hasil survei di Pilgub DKI Jakarta. Di pesta demokrasi yang dilebali “Pilpres Mini” itu, LPP menjagokan kandidat Basuki Tjahaja Purnama-Syaiful Djarot alias Ahok-Djarot.

Hasilnya, survei itu meleset dan Pilgub DKI Jakarta menghasilkan pemenang Anies Baswedan-Sandiaga Uno.  Apalagi di Pilgub DKI Jakarta, rekam jejak LPP  disebut-sebut sebagai pendukung Ahok, sejak tahap pencalonan belum dimulai.

Sama seperti di Pilgub DKI, LPP dalam temuan surveinya di Pilgub Sulsel juga menggunakan pakar, LSM dan pengamat politik sebagai respondennya. Hasilnya, Ahok di tempatkan di posisi teratas.

Lantas, apakah LPP mencoba menggiring opini lebih awal di Sulsel, seperti yang pernah dilakukannya di Pilgub DKI Jakarta, dengan mengunggulkan kandidat tertentu?


div>