SELASA , 16 OKTOBER 2018

Jauh Tertinggal, Edy Manaf Akui Masih Harus Kerja Keras

Reporter:

Editor:

Azis Kuba

Selasa , 15 September 2015 21:07

BULUKUMPA,RAKYATSULSEL.COM – Calon Wakil Bupati Bulukumba nomor urut 4, Andi Edy Manaf ‎menyadari surveinya versi Indeks Politica Indonesia (IPI) tertinggal jauh dari calon lain di Pilkada Bulukumba. Meski demikian, Edy yakin bisa mengejar ketertinggalan itu dalam waktu dekat.

Ada lima pasangan yang bertarung di Pilkada Bulukumba, mereka adalah AM Sukri Sappewali-Tommy Satria (nomor urut 1), Kahar Muslim-Andi Sabri Mustari (nomor urut 2), Jumrana Salikki-Husbiannas Alsi (nomor urut 3), Masykur A Sulthan-Andi Edy Manaf (nomor urut 4), dan Askar HL-Nawawi Burhan (nomor urut 5).

Direktur Eksekutif IPI, Suwadi Idris Amir, menyebutkan berdasarkan hasil survei awal September ini, pasangan Sukri-Tommy masih memimpin, disusul Kahar-Sabri. Sementara Masykur-Edy berada diperingkat ketiga, disusul Askar-Nawawi dan Jumrana-Husbiannas diperingkat terakhir.

Menurutnya, dari lima pasangan calon itu, tiga diantaranya pernah bertarung pada Pilkada 2011 lalu, yakni Sukri Sappewali yang kini berpasangan Tommy Satria, dan Kahar Muslim yang kini berpasngan dengan Andi Sabri Mustari dan Askar HL yang pada Pilkada 2011 lalu berpasangan dengan Kahar Muslim.

Pada Pilkada lima tahun lalu itu, Pasangan Kahar-Askar berhasil mengumpulkan 30.619 suara atau 14,15 persen dari 216.435 pemilih yang menggunakan hak pilihnya saat itu.

Sedangkan Sukri saat itu calon Bupati Bulukumba incumbent unggul di putaran pertama dengan 63.384 suara (29,29 persen) dan tumbangkan pada putaran kedua oleh Bupati dan Wakil Bupati Bulukumba‎ saat ini, Zainuddin Hasan-Syamsuddin.

Meski demikian, kata Suwadi, peluang Masykur A Sulthan-Andi Edy Manaf (Massedi) mengejar dua calon lainnya terbuka lebar‎. Pasalnya, tren elektabilitas penantang baru ini cenderung naik, berbanding terbalik dengan para wajah lama yang trennya justru terus menurun.

“Popularitas Sukri itu sudah mentok. ‎Untuk terus naik elektabilitasnya itu sudah sulit. Berbeda dengan Massedi yang popularitasnya baru 40 persen lebih,” kata Suwadi tanpa menyebut angka.

Selain itu, kata dia, terkecuali Masykur-Edy semua calon memiliki rasio strongvoter yang rendah, belum ada yang melebihi 40 persen dari elektabilitas masing-masing. Berbeda dengan rasio strongvoter Massedi yang mencapai 60 persen dari elektabilitasnya saat ini.

“Artinya kecenderungan pemilih Massedi untuk berpaling ke calon lain itu rendah.‎ Sementara calon lainnya, potensi pendukungnya untuk berpaling itu cukup tinggi,”

Edy Manaf yang juga ‎Ketua DPD PAN Bulukumba menjelaskan ketertinggalannya dalam survei IPI adalah hal yang wajar. Mengingat ia dan pasangannya adalah penantang baru di pilkada, sementara dua kandidat lainnya Sukri Sappewali dan Kahar Muslim adalah mantan calon pada pilkada sebelumnya.

“Hasil survei ini justru membuktikan bahwa kita harus bekerja. Kita akan bergerak terus, meyakinkan masyarakat bahwa pasangan MASSEDI (Masykur-Edy) paling pantas dipilih masyarakat,” kata Edy, Selasa (15/9) sore.

“Kalau kita tidak yakin menang, tidak mungkin saya berani maju dengan konsekuensi melepas kursi saya di DPRD Provinsi. Begitupun dengan Pak Masykur berani merelakan karir birokrasinya berakhir di Dinas Perhubungan Provinsi,” ‎lanjutnya. “Yang jelas, kerja keras akan menuai keberhasilan,”

 


div>